Tim Pengabdian Untidar Magelang Gelar Pelatihan Peternakan Ayam Unggul di Trasan Bandongan
- calendar_month Rab, 5 Nov 2025
BNews–MAGELANG– Universitas Tidar (Untidar) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Taraf Perekonomian Masyarakat di Desa Trasan Melalui Pelatihan dan Pendampingan Usaha Peternakan Ayam Unggul” ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat Tahun 2025. Yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar melalui Skema Afirmasi.
Tim pengabdian terdiri dari dosen-dosen Fakultas Ekonomi dan Fakultas Peternakan Untidar, yakni Khairul Ikhwan, S.Pt., M.Si., Dr. Dian Marlina Verawati, S.E., M.M., Sofyan Ashari Nur, S.E., M.M., Ipuk Widyanti, S.E., M.Sc., Dewi Anggraeni, dan Citra Rahma Dewi.
Dalam kegiatan yang berlangsung sejak Mei hingga September 2025 ini, tim melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Melati sebagai mitra utama.
Melalui serangkaian pelatihan, pendampingan, dan diskusi interaktif, para peserta memperoleh pengetahuan tentang budidaya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), mulai dari pemilihan bibit unggul, manajemen kandang, pemanfaatan pakan lokal, hingga strategi pemasaran.
“Kami ingin membantu masyarakat agar tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengelola usaha peternakan ayam secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Khairul Ikhwan.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Dia menyebut, metode ceramah dan simulasi digunakan untuk memperkuat pemahaman teknis, sementara pendampingan lapangan memastikan penerapan langsung oleh peserta. Pendampingan dilakukan secara berkala untuk memonitor perkembangan usaha, mulai dari tahap persiapan hingga panen.
“Hasilnya cukup menggembirakan. Peserta yang tergabung dalam KWT Mawar Melati kini mampu mengelola peternakan ayam dengan lebih efisien dan menghasilkan pendapatan yang meningkat,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Khairul, beberapa anggota kelompok sudah dapat memasarkan hasil ternak berupa telur, daging, dan bibit ayam ke wilayah sekitar. Dari hasil evaluasi, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan serta pendapatan masyarakat.
Dengan modal usaha yang terjangkau, warga mampu memperoleh pendapatan kotor hingga Rp20 juta dalam kurun waktu tiga bulan, serta memperluas rantai ekonomi lokal di Desa Trasan.
“Program ini bukan hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tapi juga memperkuat semangat kemandirian pangan di desa,” tambah Sofyan Ashari Nur, salah satu anggota tim.
Melalui program ini, Universitas Tidar terus menegaskan peran strategisnya dalam mendukung pengembangan masyarakat desa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terapan. (adv)
About The Author
- Penulis: Joe Joe



Saat ini belum ada komentar