Tipu Korban Setengah Miliar, Komplotan Ganda Uang Wonosobo Diringkus Polisi

BNews—JATENG— Kawanan penipu asal Kabupaten Wonosobo berhasil di ringkus Pilres Sragen. Komplotan penipu dengan modus mampu menggandakan uang itu tercatat telah melakukan aksinya di berbagai daerah dengan banyak korban.

Ketiga penipu yang menawarkan jasa penggandaan uang tersebut adalah AS, 40; WS, 44 dan SI, 44. Mereka tingkap saat melintas di jalan tol KM 520, Masaran, Sragen, Jumat malam (17/7).

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Supardi mengatakan, ketiganya sama-sama berasal dari Wonosobo. Mereka terjerat kasus penipuan dengan modus penggandaan uang yang telah merugikan beberapa korban.

”Kepada korbannya Dwi Arya Diatmoko warga Jalan Godean Sleman, ketiga pelaku menawarkan jasa penggandaan uang melalui seorang kiai yang berdomisili di Kabupaten Jombang, Jawa Timur,” katanya.

Pelaku penipu AS, 40; WS, 44 dan SI, 44

Saat itu, korban menyerahkan uang Rp385 juta kepada tiga lelaki penipu itu. Namun, uang yang bermaksud digandakan itu justru dibawa kabur oleh kawanan penipu yang ditangkap di tol itu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

”Para pelaku juga membawa kabur uang milik korban lain asal Banyumas senilai Rp100 juta juta. Namun, uang Rp100 juta itu hanya tersisa Rp28,9 juta,” ungkapnya.

Supardi menjelaskan, ketiga penipu bermodus penggandaan uang yang ditangkap di tol Sragen itu sempat mengelabui petugas. Mereka mengganti pelat nomor kendaraan yang ditumpangi. Saat memasuki Gerbang Tol Bandar Jombang, Jumat siang, kawanan penipu itu diketahui mengendarai mobil Honda Mobilio warna putih berpelat nomor L 1387 NH.

Pergerakan tiga penipu menuju arah Solo terpantau oleh Senkom Mitra Polri. Petugas layanan jalan tol (LJT) yang berkoordinasi dengan tim patroli jalan raya (PJR) Satlantas Polres Sragen dan petugas patroli jalan tol.

”Keberadaan para penipu itu bisa dilacak melalui ponsel dan kamera closed circuit television (CCTV). Mereka terpantau sempat mengganti pelat nomor di Kediri,” jelasnya.

”Sesampainya di Kediri, mereka sempat berhenti untuk mengganti pelat nomor menjadi AA 8530 RF guna mengelabui petugas. Namun, mereka akhirnya bisa diringkus karena kami melacak pergerakan mereka melalui ponsel dan kamera CCTV,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: