Tolak Balak Bahaya Erupsi, Warga Lereng Merapi Pasang Janur Kuning Di Teras Rumah

BNews–DUKUN– Menanggapi status aktivitas gunung merapi yang sedang siaga, sebagian warga di Kecamatan Dukun memasang sebuah janur kuning di teras rumahnya. Hal tersebut dipercaya sebagai tolak balak menghadapi mara bahaya.

Lokasi pemasangannya berada di Dusun Grogolan Atas Desa Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Warga diketahui memasang janur tersebut sejak hari Kamis 19 November 2020 lalu.

Salah satu tokoh masyarakat, Marsono, 67, saat diwawancarai Borobudurnews.com mengatakan bahwa bagi sebagian warga yang percaya disini adalah merupakan warisan leluhur.

“Sejak zaman leluhur saya dulu pernah bilang kalau ada sesuatu hal yang membahayakan, disuruh memasang janur kuning di teras rumah. Ya kepercayaan kami buat tolak balak,” katanya.

Menurutnya, warga di kampung yang berjarak 11 km dari merapi tersebut jika percaya dengan Tuhan juga percaya terhadap sesama dan alam. Namun, kata dia percaya itu tidak bisa dipaksakan atau diharuskan.

“Ya sebagian warga di kampung ini memasang janur kuning di teras rumah mereka sebagai lantaran tolak balak agar aman lingkungan sini dari bahaya merapi,” imbuhnya.

Tampak selembar janur kuning terpasang di atas pintu atau cendela rumah-rumah warga dengan cara diikat di bagian fentilasi.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia juga mengaku selama merapi bergejolak dalam waktu dekat seperti tahun 2006 dan 2010; dirinya dan warga baru memasang sekali ini. “Baru sekali ini kita pasang. Hal ini karena tidak tahu kenapa rasanya dalam hati dan rasa percaya kita ini harus memasang itu,” tandasnya.

warga Dukun ini sedang memasang janur kuning di teras rumahnya sebagai tolak balak (21/11/2020)-(Foto: bsn)
warga Dukun ini sedang memasang janur kuning di teras rumahnya sebagai tolak balak (21/11/2020)-(Foto: bsn)

Sementara salah satu warga lainnya, Yanto menambahkan selain janur kuning yang dipasang di teras rumah terdapat tolak balak lain yang dipasang.

“Kita juga siapkan minuman kopi, teh tubruk dan minuman air putih dikasih bunga. Ada yang membuat itu ada juga yang tidak, dan tiga gelas itu ada yang ditaruh di fentilasi rumah ada juga hanya di taruh meja ruang tamu,” tambahnya.

Ditanya makna atau artinya, Yanto mengaku tidak tahu karena itu sudah warisan leluhur. “Ya peninggalan leluhur kami sejak dahulu seperti itu. Kita hanya meneruskan dengan maksud, tujuan dan harapan yang sama yakni selamat sendiri dan lingkungan,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: