BPOM Temukan 206 Produk Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat, 5 Daerah di Jateng Jadi Pilot Project Idaman
- calendar_month 17 menit yang lalu

Lima Daerah di Jateng jadi Pilot Project Program Idaman
BNews-JATENG– Sebanyak lima daerah di Jawa Tengah ditetapkan sebagai pilot project Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) yang digagas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kelima daerah tersebut meliputi Purworejo, Sukoharjo, Pati, Surakarta, dan Kota Semarang.
Peluncuran program tersebut ditandai melalui kegiatan Kick Off Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (9/6/2026).
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengatakan Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman herbal dan budaya konsumsi jamu yang sudah mengakar di masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan jamu di Jawa Tengah selama ini dinilai relatif aman dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan hingga menembus pasar nasional maupun internasional.
Ia menegaskan, pengembangan industri jamu perlu mendapat dukungan karena berpotensi menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Melalui Program Idaman, BPOM berupaya menjaga citra dan kepercayaan masyarakat terhadap jamu sebagai warisan budaya sekaligus produk kesehatan berbasis bahan alam.
BPOM Temukan Ratusan Produk Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat
Meski demikian, BPOM masih menemukan berbagai pelanggaran terkait peredaran obat bahan alam yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk produk jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO).
“Selama 2025 BPOM Pusat melakukan sampling dan pengujian terhadap 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan dan sebanyak 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat,” ujarnya.
Selain itu, hasil patroli siber BPOM menemukan lebih dari 39.000 penjualan obat bahan alam ilegal atau tidak memenuhi ketentuan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Temuan tersebut dinilai dapat mencederai reputasi jamu Indonesia yang selama ini dikenal sebagai produk kesehatan tradisional yang aman.
Di wilayah Semarang, BPOM juga menemukan 147 item obat bahan alam yang diduga mengandung bahan kimia obat dan/atau tidak memiliki izin edar dengan jumlah mencapai 13.263 pieces.
“Terhadap temuan tersebut BPOM telah melakukan pengamanan produk. Ini sebagai langkah awal untuk mencegah potensi peredaran lebih lanjut,” tandasnya.
BPOM Tegaskan Akan Lakukan Penindakan
Taruna Ikrar menjelaskan, selama periode 2025 hingga 2026, BPOM telah melakukan inspeksi rutin terhadap 119 sarana di wilayah Jawa Tengah.
Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan 10.267 jenis produk obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat.
“Temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak yang menggunakan bahan kimia obat. BPOM akan melakukan penindakan secara tegas karena efek penuntutan kita perlu lakukan,” ujarnya.
Meski akan melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran, BPOM tetap mengedepankan upaya pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha; agar industri jamu tradisional terus berkembang.
Terlebih, jamu telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2023 sehingga keberadaannya perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Industri Jamu
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi langkah BPOM yang menjadikan sejumlah daerah; di Jawa Tengah sebagai pilot project Program Idaman.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan jamu tradisional yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
“Kalau kita melihat di Solo, Sukoharjo, Semarang, masyarakat sudah menyajikan jamu di kafe-kafe,” kata Taj Yasin.
Ia menilai konsumsi jamu tradisional layak didorong menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat, terutama setelah meningkatnya kesadaran; masyarakat terhadap kesehatan sejak pandemi Covid-19.
Meski demikian, Taj Yasin mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi jamu tradisional, khususnya terkait; kemungkinan adanya kandungan bahan kimia obat yang beredar di pasaran.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah BPOM dalam memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM yang bergerak di ;sektor jamu tradisional agar mampu menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan berdaya saing. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar