Mudik Sebelum 6 Mei, Sultan HB X Wajibkan Warganya Karantina 5 Hari

BNews—JOGJAKARTA— Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) memberlakukan aturan karantina selama lima hari bagi warga yang nekat mudik ke wilayahnya. Khususnya sebelum masa pelarangan pada 6-17 Mei 2021.

Sementara, biaya karantina dikabarkan akan dibebankan kepada para pemudik. Atau pelaku perjalanan luar daerah.

Kebijakan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor: II/1MSTR/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro di Daerah Istimewa Jogjakarta untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ingub ini memiliki 19 poin kebijakan dengan satu poin di antaranya yang menjadi pembeda, yakni nomor 18. Dalam poin 18 Ingub tersebut tertera beberapa sub poin.

Intinya mencegah penyebaran Covid-19 selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442H/ 2021. Termasuk lewat sosialisasi peniadaan mudik lewat bupati/ walikota.

Kemudian pada poin 18 (b) dituliskan, bahwa lurah melalui posko tingkat kelurahan menyiapkan tempat karantina bagi pelaku perjalanan lintas provinsi/ kabupaten/ kota yang tidak memiliki dokumen administrasi perjalanan. Karantina dilakukan selama 5×24 jam.

”Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan biaya karantina dibebankan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan lintas provinsi/ kabupaten/ kota,” demikian tulis poin 18 (b).

Kemudian, dalam poin 18 (c), diatur masyarakat yang akan melakukan perjalanan wajib menunjukkan dokumen administrasi atau surat izin dari Lurah dengan tanda tangan basah/tanda tangan elektronik.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Poin-poin berikutnya pada nomor 18 antara lain mengatur, penguatan pengawasan di posko milik bidang perhubungan dan Satpol PP bersama TNI/Polri; meminta Satlinmas serta BPBD mencegah aktivitas publik yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat atau menimbulkan kerumunan; lalu meminta pertanian dan perdagangan menjaga stabilitas pangan.

Sementara, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemda DIJ, Biwara Yuswantana menerangkan, aturan pada 18 (b) hanya berlaku untuk wilayah nonaglomerasi. ”Maksudnya (perjalanan) yang kabupaten/ kota untuk nonaglomerasi. Atau antarprovinsi,” kata Biwara.

Imbuh dia, biaya karantina itu nantinya meliputi kebutuhan logistik atau permakanan dan lain sebagainya. ”Dikenakan kepada pelaku perjalanan (nonaglomerasi),” imbuhnya.

Terpisah, Sekda DIJ Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, kebijakan karantina ini berlaku bagi perantau yang melakukan mudik ke DIJ sebelum 6 Mei 2021.

”Sebetulnya orang yang kita anggap ini (pemudik) seperti OTG. Maka, isolasi itu bisa menggunakan shelter, rumah sendiri, atau rumah yang dituju. Nanti kalau di rumah sendiri itu kan pengawasannya tidak dilakukan kabupaten/ kota. Tidak oleh Pol PP. Tetapi oleh Linmas di masing-masing RT/RW,” kata Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Jogjakarta, seperti dikutip CNN, Rabu, (21/4). 

”Kalau dia kluyuran, ya, suruh pulang lagi. Di rumah saja nanti diantar rantangan (logistik),” sambungnya. Ingub perpanjangan PPKM ini sendiri ditandatangani Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X tanggal 20 April 2021. Ingub berlaku efektif selama dua pekan ke depan. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: