Ucap Syukur Rahmat Tuhan dan Negara, Warga Desa Sucen Gelar Upacara Kemerdekaan

BNews–SALAM– Dusun Ngaglik Desa Sucen Kecamatan Salam Magelang, adalah sebuah wilayah yang ada di Bantaran Sungai Batang. Dimana sungai tersebut merupakan salah satu yang berhulu langsung dari Gunung Merapi.

Warganya selalu merasa bersyukur kepada Tuhan atas diberikannya Merapi sebagai salah satu sumber penghidupan bagi mereka. Antara ain sumber mata air di lereng merapi yang kemudian sampai ke bawah lewat aliran Sungai Batang.

Oleh karena itu ], sumber daya tersebut mampu menopang kehidupan warga dengan airnya utk kehidupan pertanian dan pemenuhan kebutuhan keseharian.

“Atas ucap syukur tersebut kami warga sangat berterima kasih kepada Indonesia juga sebagai negara yang selalu hadir menjaga sumber tersebut. Oleh sebab itu dalam kemerdekaan ke-75 tahun ini kami gelar upacara peringatan sederhana,” ungkap Sudiharsono salah satu perangkat Desa Sucen yang tinggal disitu.

Sudiharsono yang juga sebagai inisiator kegiatan tersebut menyampaikan bahwa denganlemerdekaan bangsa Indonesia yang merupakan salah satu berkat Rahmat Allah juga.

Upacara Sederhana digelar warga Sucen (17/8/2020)
Upacara Sederhana digelar warga Sucen (17/8/2020)

“Tentunya atas perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa ini. Tentunya dengan perjuangan mulai tingkat lokal, regional, nasional bahkan sampai tingkat internasional,” ujarnya.

Loading...

Tentunya, lanjutnya para pahlawan terdahuli sudah memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia ini.

“Dalam upacara sederhana ini kami libatkan seluruh warga dan pemuda-pemudi Dusun serta jamaah kultural keagamaan. Para petugas upacarapun dilakukan oleh pemuda lintas umur,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan terkait kegiatan upacara kemerdekaan ini, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Seluruh warga yang ikut kita wajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan tentunya tetap mengenakan masker dan jaga jarak,” ujarnya.

Upacara berlangsung dengan khidmat hingga selesai. “Setelah selesai kami lakukan makan bersama dengan tradisi kembul sego bujono. Akar persatuan dan kesatuan warga tetap terjaga,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: