Cara Alami Atasi Sakit Leher Bagian Belakang
- calendar_month Sel, 5 Mar 2024

ILUSTRASI : Leher kaku saat baru bangun tidur (foto : internet)
BNews-KESEHATAN- Sakit leher dapat disebabkan oleh posisi tidur yang tidak benar, bekerja di depan komputer dalam waktu lama, atau postur tubuh yang kurang baik. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit leher belakang.
Cara Mengatasi Sakit Leher Belakang
Untuk meredakan sakit leher, Anda bisa mencoba langkah-langkah berikut ini:
- Gerakan otot leher
Lakukan gerakan melingkar secara perlahan untuk meregangkan otot leher yang sakit. Variasikan dengan gerakan ke depan, ke belakang, ke kiri, dan ke kanan. Hentikan gerakan jika leher terasa semakin sakit.
- Berendam larutan garam mandi
Berendam dalam larutan garam mandi dapat membantu melemaskan otot kaku dan mengurangi stres. Hal ini juga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membantu mengurangi sakit leher.
- Kompres hangat dan dingin
Mandi dengan air hangat atau kompres dengan bantalan pemanas dapat membantu meningkatkan aliran darah ke leher. Anda juga dapat menyelingi dengan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit.
IKUTI BERITA UPDATE BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS GRATIS (KLIK DISINI)
- Oleskan balsam
Oleskan balsam pada bagian leher yang sakit untuk meredakan rasa sakit. Balsam mengandung bahan aktif yang dapat membantu menekan sinyal rasa sakit.
- Pijat
Pijat dapat membantu meringankan otot leher yang tegang. Pijat juga dapat membantu menghilangkan rasa sakit, meskipun efeknya hanya bersifat sementara.
- Minum obat pereda nyeri
Obat pereda nyeri seperti paracetamol bisa membantu mengurangi sakit leher. Pastikan untuk mengikuti aturan pakai yang benar.
- Perbaiki posisi tidur
Perbaiki posisi tidur dengan menggunakan bantal yang tidak terlalu tinggi. Pastikan kepala tidak terlalu tinggi agar leher bisa tetap dalam posisi yang nyaman.
Meskipun sakit leher umumnya akan membaik dengan sendirinya, tetaplah berkonsultasi dengan dokter jika rasa sakit berlangsung lebih dari seminggu, dirasakan sangat parah, atau disertai dengan gejala lain seperti mati rasa di lengan, nyeri dada, sakit kepala, atau kesulitan dalam gerakan tangan atau kaki. Dokter dapat memberikan penanganan lebih lanjut jika diperlukan. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar