Update Terbaru Kasus Kejahatan Jalanan di Mertoyudan Magelang, ini Kata Kapolresta
- calendar_month Sel, 7 Mar 2023

Kapolresta Magelang, Kombes Ruruh Wicaksono usai apel Pimpinan TNI-Polri Jawa Tengah tahun 2023 di Alun-Alun Kota Magelang, Selasa (7/3/2023).
BNews—MAGELANG— Dua remaja yang naik motor dan membawa senjata tajam di Jalan Magelang-Yogyakarta di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang pada Senin (6/3/2023) dini hari sudah diamankan polisi.
Sebelumnya, video keduanya saat memukul-mukul kap mobil viral di media sosial. Kedua remaja yakni berinisial PB dan DA sama-sama berusia 17 tahun.
”Perkembangan penganiayaan yang terjadi di wilayah Mertoyudan, setelah kita melakukan pemeriksaan secara intensif, kita sudah menetapkan pelaku anak dua orang. Saat ini sudah dilakukan penahanan, penyitaan barang bukti yang ada,” kata Kapolresta Magelang, Kombes Pol Ruruh Wicaksono usai apel Pimpinan TNI-Polri Jawa Tengah tahun 2023 di Alun-Alun Kota Magelang, Selasa (7/3/2023).
Dia menjelaskan, saat melakukan aksi tersebut, keduanya diduga dalam kondisi mabuk akibat minuman keras.
“Ketika kita temukan betul demikian. Diawali dengan mereka minum-minuman keras, kemungkinan besar yang bersangkutan dalam kondisi mabuk. Itu dari apa namanya kondisi kesadaran, aroma dari mulutnya,” jelasnya.
”Ketika kita temukan di lapangan. Ada jeda antara terjatuh dan polisi datang itu, namun mereka tidak berlari meninggalkan tempat tetap, di situ,” sambungnya.
Lanjut Ruruh, senjata tajam yang dibawa ABG tersebut telah dipersiapkan dari rumah dan disimpan di kaki. ”Alasannya untuk menjaga diri,” imbuhnya.
Keduanya dikenakan UU darurat No 12 tahun 51. ”Termasuk pengrusakan karena dia merusak mobil yang digunakan oleh pengguna jalan yang berupaya menghalau mereka. Proses tetap lanjut tapi proses berbeda dengan peradilan biasa. Jadi peradilan anak nanti, waktu penahanan dan lainnya nanti cepat dia,” ujar Ruruh
Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol Rifeld Constantien Baba menambahkan, kedua ABG berdalih membawa celurit sebagai bentuk perlindungan diri. Walaupun saat kejadian itu, diikuti dengan aroma minuman keras.
”Kalau melindungi diri kan tidak seperti itu, apalagi itu anak sekolah. Harusnya tidak membawa senjata tajam. Bukan melindungi, orang melihat malah takut. Jadi kontradiktif,” ujarnya.
Tambah Rifeld, berdasarkan penyelidikan sementara, motif ABG tersebut adalah spontanitas. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar