Video Sedih Gadis Kelas 3 SD Di Magelang Tinggal Sendirian di Rumah Kontrakan

BNews–MAGELANG– Kisah sedih terjadi kepada seorang gadis kecil di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Dimana dia harus tinggal di rumah kontrakan sendiri karena neneknya dirawat di RS Tidar Magelang dengan diagnosa suspek corona.

Borobudurnews.com mendapatkan video kondisi gadis tersebut di rumah kontrakannya. Dimana saat itu ia di datangai Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtipmas setempat (17/12/2020).

Saat didatangi, gadis itu sendirian di dalam rumah. Dengan tetap menjaga jarak, mereka berbincang dengan irene yang juga sedang isolasi.

Gadis itu bernama Irene Mardalenta Gea (9), siswi SDN 3 Kalinegoro. Ia terlihat tegar dan berbeda dengan anak lain seusianya. Dari sikap bicaranya Irene lebih dewasa.

Dalam video tersebut, Irene tampak menjawab pertanyaan dari mereka yang mendatanginya. Ia tampak tegar menjawabh bahwa dirinya di rumah sendiri.

Dengan mengenakan koas berwarna merah muda bergambar kartun, dan celana panjang putih Irene menemui petugas yang datang. Tetap mengenakan masker, ia berdiri sambil memegang gagang pintu rumah kontrakannya.

“Kemarin malam tidur sendirian. Baru satu malam tidur sendiri. Sekarang mau dua hari,” ucap Irene, Kamis (17/12/2020).

Salah satu komunitas kemanusian hari ini (18/12/2020) juga datang ke rumah kontrakan irene. Tampak dalam video Irene mengenakan baju merah dan masker hitam.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Saat saya datangi Irene masih dalam rumah sendirian. Kondisi luar masih hujan juga,” ungkap Budi komunitas Sendal Jepit Barengan.

Irena juga berbincang dengan Budi, dan sempat menyampaikan keinginannya. “Saat ditanya, irene pingin buah dan sayur,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Irene sebenarnya tinggal bersama paman dan neneknya. Namun saat sang nenek sakit. Pamannya mengurus nenek di rumah sakit. Yang ternyata sang paman juga harus diswab.

Hal tersebut membuat Irene melakukan isolasi mandiri di rumah kontrakannya sendirian. Alamatnya di Jalan Semangka Raya No 28, RT 1 RW 5 Perumnas Kalinegoro Mertoyudan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Irene mengaku menghabiskan waktu dengan membaca buku-buku sekolah. Untuk urusan kebutuhan kosumsi sudah dicukupi tetangga dan komunitas Gereja setempat.

“Seharian baca-baca buku pelajaran, karena belum boleh keluar rumah. Tidak nonton TV karena gak punya TV,” tutur Irene.

Tetangga Irene, Ismiatiningsih mengatakan, para tetangga terus memantaunya dan memberikan bantuan makanan serta kebutuhan lainnya.

“Kebutuhan makan dipasok oleh tetangga seperti nasi rames dan susu, karena memang harus jogo tonggo. Selain itu ada juga komunitas Gereja yang juga membantu hal yang sama,” papar Ismiatiningsih.

“Kebutuhan makan dipasok oleh tetangga seperti nasi rames dan susu, karena memang harus jogo tonggo. Selain itu ada juga komunitas Gereja yang juga membantu hal yang sama,” papar Ismiatiningsih.

Sepengetahuan Ismiatiningsih, nenek Irene yang bernama Siti Zama, seorang pedagang jajanan kue bolang-baling. Siti memang sering sakit-sakitan dan kerap ke Puskesmas. Adapun paman Irene yang bernama Amonio berusia 35 tahunan, pekerja swasta.

“Nenek Siti Zama mengeluh sakit lambung, sakit gigi, migrain, dan sering ke puskesmas, sebelum akhirnya ke Puskesmas pada Senin (17/12/2020) lalu. Kemudian sang paman, juga turut di swab pada Rabu (16/12/2020). Hasilnya belum keluar. Hal itu yang memuat pamannya harus turut menginap di rumah sakit,” terang Ismiatiningsih.

Sementara Kepala Desa Kalinegoro, Hajid Mulyono, sangat prihatin dengan kondisi Irene, khususnya pada psikologi sang anak.

“Kalau Irene tidak isolasi mandiri, saya akan membawa Irene untuk menginap di rumah saya. Karena terus terang saya nggregel (tidak tega), anak seusia itu harus tinggal sendirian dirumah. Setelah ibunya Irene meninggal, ayah Irene kembali ke Nias, bersama dua saudara Irene. Sedangkan Irene tinggal bersama nenek dan pamannya,” jelas Hajid.

Hajid berharap agar Irene bisa segera di swab agar cepat diketahui hasilnya. Bila negatif covid 19, Hajid bisa menampung Irene di rumahnya.

“Kalau bisa secepatnya Irene juga di Swab, agar tidak terlalu lama tinggal sendirian isolasi mandiri di rumah, dan bisa tinggal di rumah saya,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: