Viral Bule Belanda Jualan Mi Ayam di Jogja, Seporsi Rp7 Ribu

BNews—JOGJAKARTA— Seorang bule perempuan mendadak viral usai dirinya berjualan mi ayam di Jogjakarta. Wanita cantik berpaspor Belanda ini bahkan tak segan melayani langsung para pembeli.

Diketahui, perempuan berusia 37 ini bernama Charlotte Peeters. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia. Bahkan, beberapa kali dirinya datang ke Indonesia untuk berwisata.

”Nenek orang Lampung. Ayah lahir di Sorong, Papua,” kata Charlie, Jumat (22/1).

Ia bercerita, pertama kali berjualan mi ayam pada 17 Agustus 2020 lalu. Dirinya harus beralih bisnis kuliner karena usaha pariwisata yang dikelola bersama suami, Arya Andika Widyadana, terdampak pandemi Covid-19.

Sebuah ruang di komplek Moses Gatotkaca yang sedianya digunakan sebagai garasi disulap menjadi kedai mi ayam. Sementara garasi tersebut digunakan sebagai tempat menginap karyawan, namun  mereka terpaksa dirumahkan akibat pandemi.

”Kami terpaksa harus rumahkan karyawan karena pandemi, jadi kami ubah ruang ini jadi tempat jualan mi ayam. Kami berinama Mi Ayam Bakso Telolet,” ungkapnya.

Sebagai orang Indonesia, pasti kita sempat meragukan kemampuan Charlie dalam membuat mi ayam. Tapi perempuan yang sudah sebelas tahun tinggal di Jogja ini ternyata fasih meracik mi ayam. Bahkan mendapatkan nilai positif dari konsumen yang pernah mencicipinya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Kebetulan saya suka sekali mi ayam. Sudah jatuh cinta sejak 2009 lalu. Akhirnya belajar masak lalu berani buka,” terangnya.

Ia menjelaskan, momen kecintaan pertama dirinya terhadap mi ayam yakni saat diajak makan oleh sang pacar yang kini telah menjadi suaminya. Kesan gurih manis yang dirasakan ternyata membekas hingga akhirnya membuka warung mie ayam.

“Kalau suami suka bakso, akhirnya kami satukan jadi mie ayam bakso ini. Saya jatuh cinta pada mie ayam karena dulu diajak suami saat masih pacaran makan di mie ayam Jalan Solo dekat Bank BCA,” kenangnya.

Pilihan menjalani bisnis kuliner murah meriah ini dipilih Charlie karena ia menginginkan makanan yang dijualnya bisa dinikmati banyak kalangan pembeli. Pada awal buka, mie ayam dijual dengan harga Rp5 ribu dan 1,5 bulan terakhir dinaikkan menjadi Rp7 ribu perporsi.

“Saya ingin buat makanan murah agar semua orang bisa makan, karena kami tahu pandemi ini begitu luar biasa, kami merasakan langsung. 17 Agustus kami buka, ya, naik turun karena memang masa pandemi, ya. Tapi sejak viral beberapa hari ini, meningkat lumayan,” imbuh ibu dua anak berusia lima dan dua tahun ini.

Dalam sehari, kini kedai mi ayam milik Charlie dapat menyediakan hingga seratus porsi untuk pembeli. Rata-rata mereka kaget ketika dilayani seorang bule yang sudah sangat fasih berbahasa Indonesia, bahkan sedikit Jawa.

”Sebelum viral beberapa hari lalu banyak orang kaget saya yang melayani. Lho, kok bule orang asing yang melayani. Tapi saya ajak basa basi ngobrol agar nyaman. Kemarin sejak viral banyak, ya, yang datang memang ingin mencoba merasakan mi ayam Telolet ini. Mudah-mudahan rasanya bisa diterima,” tutup Charlie. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: