Volume Kubah Lava Merapi Saat ini 200 Ribu Meter Kubik

BNews–JOGJA– Gunung merapi dilaporkan mengalami deformasi atau penggembungan beberapa waktu terakhir ini. Rata-rata perhari dilaporkan sebelumnya mengalami 0,5 cm penggembungan.

Menurut rils akun twitter resmi @BPPTKG hari ini (17/7/2020), dalam laporan aktivitas merapi pertanggal 10 sampai 16 Juli 2020, merapi mengalami penggembungan.

“Volume kubah lava per 11 Juli 2020 sebesar 200.000 m³,” tulisnya.

“Intensitas kegempaan relatif lebih rendah dibandingkan minggu lalu,” tulis berikutnya.

Dalam twittnya disebutkan juga bahwa deformasi Merapi yang dipantau dengan EDM menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam ±2 cm.

Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil. Dan tingkat aktivitas Waspada (Level II) sama dengan statusnya sejak 21 Mei 2018 lalu.

Dituliskan juga potensi bahaya saat ini berupa awanpanas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

BPPTKG juga merekomendasi jarak bahaya 3 km dari puncak. Di luar radius tsb, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Hari ini juga dilaporkan Infografis Laporan Aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 16 Juli 2020 pukul 00.00-24.00 WIB.

Dimana dalam tabel laporannya tertulis terjadi 4 kali guguran, 2 kali gempa tektonik dan 10 kali hybrid atau fase banyak.

Sementara pengamatan visual, tampa asap warna putih, intensitas tebal dengan ketinggian 150 meter di atas puncak. Sedangkan pengamatan guguran lava tidak teramatai secara visual pada periode tersebut. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: