Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Viral! Jutaan Ikan Sapu-Sapu Terdampar di Bendung Karet Sungai Juana Pati

Viral! Jutaan Ikan Sapu-Sapu Terdampar di Bendung Karet Sungai Juana Pati

  • calendar_month 44 menit yang lalu

BNews—JATENG— Fenomena langka terjadi di Bendung Karet Sungai Juana, Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bendung yang biasanya dipenuhi air tawar tersebut mendadak kering akibat musim kemarau ekstrem.

Kondisi Bendung Karet Sungai Juana yang asat atau kering kerontang tersebut menyebabkan jutaan ikan sapu-sapu terdampar di dasar sungai. Fenomena ini kemudian viral di media sosial dan mengundang antusiasme ratusan warga yang penasaran ingin melihat kondisi bendungan secara langsung.

Bendung Karet Sungai Juana Pati Kering Kerontang

Berdasarkan pantauan di lapangan, wilayah yang biasanya dipenuhi volume air tawar kini berubah menjadi hamparan tanah dan sedimen yang mengering.

Bangkai ikan sapu-sapu terlihat berserakan di sepanjang dasar sungai. Sebagian ikan telah mati dan membusuk sehingga menimbulkan bau tidak sedap di sekitar lokasi.

Salah seorang warga asal Juwana, Jumadi, mengaku sengaja datang ke Bendung Karet Sungai Juana setelah melihat video kondisi bendungan yang viral di media sosial.

Ia mengaku terkejut melihat kondisi bendung yang kini hampir tidak menyisakan air.

“Saya tahu dari postingan di medsos, ternyata kondisinya memang kering total dan banyak ikan terdampar. Dulu waktu awal pembangunan airnya sangat banyak, baru tahun ini dan sejak seminggu lalu kondisinya bisa sampai sekerontang ini akibat kemarau panjang,” ujarnya di lokasi.

Pasokan Air Hulu Minim

Warga Desa Bungasrejo, Samiun, mengatakan kondisi Bendung Karet Sungai Juana yang mengering dipicu minimnya pasokan air dari wilayah hulu.

Di sisi lain, kebutuhan air untuk pertanian di sekitar Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, tengah meningkat karena petani memasuki musim tanam.

Cuaca panas ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir juga membuat cadangan air di bendungan menyusut dengan cepat.

“Harapan warga awalnya air di embung ini bisa dipakai untuk mengairi sawah di musim tanam. Tapi karena panasnya terlalu ekstrem, airnya langsung habis. Seminggu lalu ikan yang terdampar sempat diambil warga, tapi sekarang sudah dibiarkan karena kondisinya kotor dan banyak yang mati,” katanya.

Bendung Sungai Juana Punya Peran Penting bagi Pertanian

Mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana menjadi persoalan serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Pati.

Bendung tersebut memiliki peran penting dalam mengatur distribusi air irigasi untuk lahan persawahan di wilayah sekitar. Selain itu, keberadaan bendung juga berfungsi sebagai penyekat agar air asin dari laut tidak bercampur dengan air tawar yang dimanfaatkan masyarakat.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Kondisi tersebut membuat para petani setempat khawatir. Modal yang telah dikeluarkan untuk musim tanam terancam tidak kembali apabila kebutuhan air untuk persawahan tidak terpenuhi.

Petani Pati Harap Ada Suplai Air dari Hulu

Warga dan petani berharap pemerintah maupun pihak berwenang segera mengambil langkah untuk mengatasi kekeringan di Bendung Karet Sungai Juana.

Salah satu harapan warga adalah adanya bantuan suplai air dengan menggelontorkan cadangan air dari waduk-waduk lain di wilayah hulu.

Dengan tambahan pasokan tersebut, warga berharap aliran Sungai Juana dapat kembali mengalir sehingga kebutuhan air untuk pertanian di Kecamatan Jakenan dan sekitarnya dapat terpenuhi.

Fenomena Bendung Karet Sungai Juana yang mengering juga menjadi gambaran dampak kemarau ekstrem terhadap ketersediaan air dan aktivitas pertanian di Kabupaten Pati. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less