Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Korban Capai 512
- calendar_month 54 menit yang lalu

Pihak RSUD Notopuro Sidoarjo harus menambah ranjang di ruang IGD pada Rabu (02_09) siang, untuk menampung pasien santri yang diduga keracunan setelah menyantap MBG
BNews—NASIONAL— Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (01/09/2026).
Dugaan keracunan MBG di Sidoarjo tersebut tidak hanya dialami santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Sejumlah sekolah yang menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, juga melaporkan peserta didiknya mengalami gejala serupa.
Hingga Rabu (02/09/2026) siang, puluhan anak masih berdatangan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Notopuro Sidoarjo. Sebagian pasien harus menggunakan kursi roda karena tidak sanggup berdiri, sementara sebagian lainnya diturunkan dari ambulans dalam kondisi lemas.
Para santri dan siswa tersebut sebelumnya mulai dilarikan ke sejumlah rumah sakit sejak Selasa (01/09/2026) malam setelah mengalami sejumlah gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.
Ratusan Santri dan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
Pada Selasa (01/09/2026) malam, puluhan ambulans terlihat keluar masuk lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Para santri yang biasanya mengikuti kegiatan mengaji pada malam hari harus dievakuasi satu per satu setelah menunjukkan gejala yang diduga keracunan makanan.
Di sejumlah rumah sakit, beberapa santri harus dipapah sambil membawa infus. Orang tua santri juga terlihat menunggu dengan cemas kondisi kesehatan anak mereka.
Jurnalis di Sidoarjo, Asvin Ellyana, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, menyebut ruang IGD RSUD Notopuro kembali dipenuhi pasien pada Rabu siang.
Beberapa pasien bahkan harus berbaring di atas tandu karena seluruh ranjang di ruang IGD telah terisi.
Berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, jumlah korban terus bertambah. Dari yang awalnya dilaporkan puluhan, jumlah pasien kemudian mencapai ratusan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pada Selasa (01/09/2026) malam, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyebut sebanyak 293 santri mendapat perawatan di delapan rumah sakit.
“293 santri dirawat di delapan rumah sakit. Delapan santri dilaporkan masih mengalami kondisi atau gejala berat dan membutuhkan perawatan lebih lanjut,” tambah Lakhsmie kepada jurnalis di Sidoarjo, Asvin Ellyana.
SPPG Kalitengah Layani 19 Lembaga Pendidikan
Dugaan keracunan MBG di Sidoarjo kemudian meluas karena makanan dari SPPG Kalitengah ternyata juga didistribusikan ke sejumlah lembaga pendidikan lainnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan SPPG Kalitengah menyediakan menu MBG untuk 19 lembaga pendidikan lainnya.
“Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manbaul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Kalitengah, Tanggulangin,” tambah Emil, seperti yang dikutip di laman Kompas.
SPPG Kalitengah diketahui melayani kebutuhan MBG dengan total sekitar 2.800 porsi makanan setiap hari.
Hingga Rabu (02/09/2026) pagi, sedikitnya lebih dari 500 santri dan siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
“Per pagi ini (02/09) tercatat ada 512 pasien yang terlapor dilarikan ke rumah sakit, Pasien tidak hanya berasal dari Ponpes Manbaul Hikam,” jelas Emil.
Menu MBG yang Dikonsumsi Santri dan Siswa
KLIK DISINI UNTUK LANJUT MAMBACA….
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar