Viral Ketua OSIS Dicopot karena Tolak MBG, Siswa SMA Muhammadiyah 3 Jogja Akhirnya Klarifikasi
- calendar_month Sel, 7 Apr 2026

ilustrasi Viral Ketua OSIS Dicopot karena Tolak MBG, Siswa SMA Muhammadiyah 3 Jogja Akhirnya Klarifikasi
BNews-JOGJA– Siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang sempat ramai menjadi perhatian publik setelah mengaku diberhentikan dari jabatan Ketua OSIS karena menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG), akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui media sosial.
Siswa yang mengaku bernama Bayu tersebut mengunggah video klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, Bayu mengakui bahwa dirinya adalah pihak yang sebelumnya menyampaikan narasi soal dugaan pelengseran dari jabatan Ketua OSIS.
Bayu Akui Narasi yang Disampaikan Sebelumnya Tidak Benar
Dalam video klarifikasi tersebut, Bayu menyampaikan permohonan maaf sekaligus meluruskan informasi yang sebelumnya beredar luas di media sosial.
“Perkenalkan, nama saya Bayu El Nino. Saya selaku orang yang telah membuat narasi di media sosial tentang Ketua OSIS dikudeta karena mengkritik program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto. Dengan ini, tanpa paksaan dari pihak manapun, saya mengklarifikasi,” ujarnya dalam video yang beredar di media sosial
Bayu kemudian menjelaskan bahwa di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta tidak terdapat struktur OSIS sebagaimana yang sebelumnya ia narasikan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak sedang menjabat atau mengikuti organisasi apa pun di sekolah tersebut.
Selain itu, Bayu mengaku bahwa dirinya justru baru merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis saat duduk di bangku kelas 12.
“Kelima, tidak ada intimidasi dari Badan Gizi Nasional yang mendesak kepada saya. Yang selanjutnya, tidak benar pernyataan yang saya sampaikan kemarin dan tidak benar adanya pelengseran atau kudeta sama sekali. Yang terakhir, tidak ada surat keputusan pemberhentian apa pun terkait dengan diri saya,” kata dia.
Bayu Sampaikan Permintaan Maaf atas Kegaduhan di Media Sosial
Atas kegaduhan yang timbul setelah video sebelumnya beredar luas, Bayu menyampaikan permintaan maaf kepada berbagai pihak, mulai dari lingkungan sekolah hingga organisasi pelajar Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional.
Ia menyebut permintaan maaf itu ditujukan kepada Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, kepala sekolah, siswa-siswi, guru, serta seluruh staf sekolah.
“Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan seluruh Ikatan Pelajar Muhammadiyah secara nasional. Yang selanjutnya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan Muhammadiyah, baik dari pusat, wilayah, daerah, sampai seterusnya. Yang selanjutnya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Badan Gizi Nasional atas narasi yang saya berikan,” kata dia.
“Demikian klarifikasi kami sampaikan. Mohon maaf setelah terjadi kegaduhan di dalam media sosial. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih,” pungkas Bayu.
Pihak Sekolah Benarkan Bayu Sudah Buat Klarifikasi
Sementara itu, pihak sekolah membenarkan bahwa Bayu telah mengunggah video klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Wakil Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Bagian Kesiswaan, Muflikh Najib, mengatakan klarifikasi tersebut dibuat langsung oleh Bayu.
“Sudah membuat video klarifikasi,” ujar Muflikh saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).
Muflikh juga memastikan bahwa video klarifikasi tersebut dibuat atas kesadaran Bayu sendiri tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.
“Gak ada tekanan kita memberikan mediasi saja,” kata dia.
Video Awal Sempat Viral di Media Sosial X
Sebelumnya, media sosial X diramaikan dengan unggahan video yang menyebut seorang siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta diberhentikan dari jabatan Ketua OSIS karena menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam video tersebut, seorang pria yang mengaku bernama Bayu mengeklaim dirinya telah dilengserkan secara sepihak oleh sekolah.
Ia bahkan menyebut dirinya “dikudeta” karena menyuarakan penolakan terhadap program MBG yang menurutnya merupakan pemborosan anggaran dan proyek kapitalis.
“Aku waktu itu mengajak teman-teman yang menolak MBG hanya karena tidak efektif dan hanya proyek untuk mengalihkan dana itu ke guru-guru kita. Terutama honornya, yang masih gajinya di bawah satu juta. Nah dalam proses perjuangan itu tiba-tiba oknum BGN mendesak untuk aku mundur,” ujar pria tersebut dalam video.
Klarifikasi Jadi Penutup Polemik yang Viral
Dengan munculnya klarifikasi dari Bayu dan penegasan dari pihak sekolah, polemik yang sempat ramai di media sosial terkait dugaan pencopotan Ketua OSIS karena kritik terhadap program MBG kini mulai menemukan titik terang.
Klarifikasi tersebut sekaligus menepis berbagai narasi yang sebelumnya berkembang dan memicu perdebatan di ruang publik digital. (*/sumber :Kompas)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar