VIRAL… Mempelai Pria ODP Corona, Akad Nikah di Temanggung Pakai Jas Hujan

BNews—TEMANGGGUNG— Sepasang kekasih di Temanggung menggelar akad nikah di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Tidak kehabisan akal, keduanya mengenakan jas hujan, masker hingga menjaga jarak.

Sepasang pengantin itu menjadi viral setelah sebuah foto prosesi akad nikah diunggah akun @NoviaFm di media sosial Twitter. Hingga berita ini ditulis, foto yang diunggah Kamis (26/3) telah mendapat 445 komenter, 1.515 retweet dan 3172 like.

”Prosesi akad nikah di tengah wabah. Lokasi Ngadirejo, Temanggung, Jateng,” tulis Novia dalam keterangan foto tersebut.

Dalam foto itu, kedua mempelai tidak mengenakan busana adat seperti kebanyakan orang berijab kabul. Mereka menutupi busana dengan jas hujan berwarna merah sambil mengenakan masker. Jarak duduk antar keduanya juga berjauhan.

Sementara penghulu yang menikahkan Nampak mengenakan kemeja batik dan menggunakan sarung tangan. ”Salut sama mantennya tetap jaga jarak, pake masker dan resepsinya ditunda,” kicau dia.

”Kok ngerti? Yo ngerti wong bapakku sing nikahke Ekekekekee (Kok tahu? Ya tahu, karena ayahku yang menikahkan),” sambung Novia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik disini)

Dikutip dari salah satu media lokal, Novia membenarkan akad nikah terjadi di Temanggung. Ia juga mengamini bila ayahnya-lah yang menjadi penghulu kedua mempelai.

”Betul dan lokasi prosesi akad berlangsung di KUA Ngadirejo, Temanggung,” kata Novia saat dikonfirmasi tentang unggahannya tersebut.

Aku Novia, akad nikah yang digelar hari Kamis, (26/3) tidak hanya satu pasangan pengantin saja. Melainkan ada dua pasangan yang juga turut dinikahkan.

”Waktu itu ada tiga pengantin yang dinikahkan dalam sehari,” terangnya.

Usai menikahkan ketiga mempelai, KUA Ngadirejo segera menutup kantornya sejak mendapat imbauan dari Kementerian Agama. Terhitung mulai 26 hingga 31 Maret 2020.

”Iya, karena wabah korona KUA sudah tutup. Jadi hanya menyelesaikan yang kemarin sudah daftar sebelum tutup, tetapi KUA masih bisa melayani via online,” ungkapnya.

Ditanya tentang penggunaan jas hujan, Novia membeberkan bila mempelai pria berasal dari Wonosobo. Sehingga, status warga luar kota yang masuk ke Temanggung otomatis dikategorikan Orang Dalam Pengawasan (ODP) korona.

”Ada petugas puskesmas juga yang menemani. Kebetulan mempelai pria juga pas dicek suhu badannya tinggi. Katanya karena belum sarapan,” kelakar dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: