Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » VIRAL !!! Video Api Unggun Pramuka Di SD Negeri Setan Magelang

VIRAL !!! Video Api Unggun Pramuka Di SD Negeri Setan Magelang

  • calendar_month Sen, 7 Feb 2022

BNews–MAGELANG– Viral sebuah video pendek di twitter  yang disebutkan berlokasi di sebuah wilayah di Magelang. Dimana dalam video tersebut merekam proses api unggun oleh kelompok berseragam pramuka.

Video berdurasi 17 detik tersebut diunggah oleh akun twitter @jowohitspost 5 Februari 2022. Dengan tulisan caption “Persami”.

Dalam video tersebut juga terdapat tulisan “Pramuka Di”. Sambil ada capture sebuah lokasi bertulisan SD Negeri Setan.

Tampak juga dalam video tersebut, ada beberapa lelaki dan perempuan berdiri khidmat; di tengah nyala api kecil yang mengelilingi dalam bentuk mirip lambang organisasi kepanduan dunia (WOSM).

Di belakang mereka, terdapat unggunan kayu disusun vertikal dan cukup tinggi. Unggunan kayu itu kemudian dibakar dengan cara dilempar obor oleh beberapa orang yang mengelilinginya.

Selain direkam pada malam hari, video itu diunggah dengan tambahan latar musik khas film horor. Tak ayal, salah satu warganet pun iseng berkomentar, “ritual pemanggilan arwah baden powell.” Baden Powell adalah bapak pramuka dunia (1857 -1941).

Video tersebut diunggah pada Sabtu (05/2). Belum ada 24 jam, video itu sudah disaksikan lebih dari 200 ribu kali oleh pengguna Twitter.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Terlepas dari keisengan warganet yang mengedit dan mengunggah video tersebut, yang jelas, SD Negeri Setan itu sungguh-sungguh ada. SD Negeri Setan berada di wilayah Dusun Setan, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Tak seseram namanya, kehidupan di dusun itu sama seperti dusun pada umumnya. Menurut catatan detikcom, pada Februari 2020, Dusun Setan dihuni sekitar 200 kepala keluarga (KK) atau sekitar 600 jiwa. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh tani dan buruh bangunan.

“Nama Dusun Setan ini sudah lama. Sejak zaman Pak Lurah (Kades) A Yasir yang menjabat pada masa penjajahan sampai dengan tahun 1946, namanya ya begitu, bukan karena apa-apa,” kata Kasi Pemerintahan Desa Candiretno, Slamet T, saat ditemui detikcom pada Selasa (4/2/2020).

Slamet menuturkan, selama ini banyak orang yang keliru dalam mengucapkan nama Dusun Setan. Menurut dia, huruf ‘e’ itu mestinya dibaca dengan imbuhan pepet dalam Bahasa Jawa, atau cara melafalkannya seperti huruf ‘e’ dalam kata ‘sekolah’.

“Jadi bukan Setan dalam arti hantu. Karena penulisan zaman sekarang tidak menggunakan tanda pepet, orang dari luar membacanya ya seperti kata setan,” ujar Slamet.

Menurut Kepala SDN Setan, Nanik Hadiati, nama sekolahnya pernah viral di media sosial. “Tapi menanggapi positif saja. Anak-anak tetap enjoy, justru senang kalau viral, sekolahnya jadi terkenal,” kata Nanik dikutip detik.com. (*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less