VIRAL !! Wanita Mengaku Diculik dan Hendak Diperkosa, Ternyata Takut Dimarahi Suami
- calendar_month Sab, 7 Mei 2022

Tangkapan layar video wanita mengaku diculik dan hendak diperkosa
BNews–NASIONAL-– Sebuah fakta mengejutkan terkait kasus viralnya seorang perempuan yang mengaku diculik dan percobaan pemerkosaan di Bali. Wanita itu juga mengaku dibuang di sebuah tegalan di daerah Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Usut punya usut semua itu ternyata kejadian tersebut tidak benar. Pihak Polres Tabanan bertindak cepat melakukan penyelidikan dan penanganan terhadap kasus tersebut.
Hal itu disampaikan Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H. pada Rabu kemarin (4/5/2022). Dimana wanita berinisitas DAP itu merekayasa cerita tersebut.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan dan pendalaman dari Sat Reskrim Polres Tabanan bahwa kasus tersebut merupakan rekayasa dari yang bersangkutan. “Jadi wanita itu seolah-olah terjadi penculikan,” katanya.
“Korban diketahui pergi bersama dengan pria lain hingga dini hari dan mengatakan salah satu pelaku penculikan bernama Gede Amo, 28 tahun, asal Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Dan setelah dikonfirmasi tidak tahu-menahu dengan kasus tersebut,” ungkap Kapolres Tabanan.
Lebih lanjut Kapolres Tabanan menjelaskan korban DAP pergi dengan seorang pria yang baru dikenal di Facebook. Karena pulang terlalu larut pagi takut dimarahi suami kemudian korban DAP meminta saran dan meminta perlindungan kepada Bapak mertuanya.
“Kemudian Bapak mertuanya menyarankan untuk membuat cerita bahwa yang bersangkutan diculik dan diikat tangan dan kakinya serta mulut disumpal dengan kain,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Unit PPA Sat Reskrim Polres Tabanan dan berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi serta hasil pemeriksaan korban; dapat disimpulkan bahwa penculikan dan penyekapan tersebut adalah rekayasa korban sendiri, karena takut dimarahi suami pulang larut malam.
“Sampai saat ini kasus ini masih dilakukan pendalaman di Unit PPA Sat Reskrim Polres Tabanan dan juga akan di lakukan pemeriksaan secara Psikologinya” jelas Kapolres Tabanan. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar