Viral, Warga Magelang Mengeluh Susahnya Proses Bikin E-KTP

BNews – Magelang– Sebuah postingan viral di media sosial facebook terkait lamanya proses pembuatan E-KTP di Kabupaten Magelang. Postingan yang di unggah Senin (6/1/2020) pukul 18.41 oleh akun facebook bernama Solikin ini banyak mendapat tanggapan dari netizen.

Dalam postingan tersebut bertuliskan surat terbuka untuk Presiden Jokowi, Gubernur Ganjar Pranowo, dan Bupati Kabupaten Magelang Zaenal Arifin. Dimana isinya tentang keresahan masyarakat tentang e-ktp yang belum kunjung jadi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Berikut postingan akun Solikin yang viral terkait E-KTP :

Beberapa hari ini kampung (dusun) saya disibukan dengan pembicaraan mengenai E-KTP yang tidak kunjung jadi. Salah satu contohnya Bapak Rohmat Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kec. Ngablak, Kab. Magelang.

Ia sudah menunggu 2 tahun tetapi tidak kunjung jadi. Beberapa kali bertanya ke Kecamatan digantungkan dengan jawaban:
“Tunggu 2 bulan ya pak”
Terus dan terus. Bahkan ia dilempar ke sana dan ke mari.
” Pak E-KTP sudah di kelurahan” tidak ada
“Sudah di pak kadus E-KTPnya” tidak ada

Lama tidak ada kepastian Pak Rohmat pergi ke DUKCAPIL Kab. Magelang. Hasilnya nihil alias belum jadi. Bermacam-macam alasan
“Belum rekam E-KTP”
“Rekam dobel” katanya
Yang ia peroleh selama 2 tahun tetap sama SUKET (Surat Keterangan).

Itu hanya salah satu contoh, kemarin saya mengurus E-KTP adik ke DUKCAPIL Kab. Magelang. SUKET (Surat Keterangan) sudah jatuh tempo 6 bulan, katanya sih 6 bulan sudah selesai ehh ternyata belum selesai dan tetap diberi SUKET dan cuma di ganti tanggal masa berlaku dari 25 Juli 2019 menjadi 3 Januari 2020. Katanya petugas
” ngurus E-KTP lama”
“kalau lama mengapa harus pakai E-KTP” (ceplos orang di samping saya)
Permasalahannya
Kalau terus terjadi E-KTP yang gratis malah jadi mahal.
-Berapa uang yang harus dihabiskan untuk bolak-balik ke DUKCAPIL. Kalau daerah Muntilan dekat. Kalau orang Ngablak, Pakis, Windusari.

-Pekerjaan yang ditinggalkan hanya untuk bolak-balik mengurus E-KTP, anak istri mau makan apa?
Contoh asli salah satu antrian
“Saya jauh-jauh meninggalkan pekerjaan dari Jawa barat untuk mengambil E-KTP karena masa aktifnya sudah habis” eh dapat SUKET lagi.

-Tenaga dan antrian yang sangat panjang kemarin atrian saya mendapatkan nomer A217 itu baru pukul 13.30 wib.
……..
Banyak sekali antrian yang hasilnya nihil, ada yang sudah dua kali, tiga kali, sampai lebih.

Kami hanya ingin mengurus E-KTP tidak ribet dan menunggu terlalu lama. Apa jadinya jika E-KTP yang katanya modern dan gratis tetapi mengorbankan berbagai hal maka timbul permasalahan lain.

Semoga bisa tersampaikan dan segera di tindak lanjuti seperti Wali Kota Surabaya Bu Risma yang sigab dan tanggap langsung ke tempatnya.

Terima kasih.

DPD PKS Magelang Ramadhan
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Melihat postingan tersebut, banyak warganet yang berkomentar positif dan negatif. ”Joz,,suket ku juga hbis msa berlakunya dari 2015,, ktny suruh tunggu tlfn dari capil,, sampe sekrng juga gk ad info sama sekali,” tulis akun Arya Putra Arya.

Ada juga komentar dari akun facebook bernama aliv. ”Kemarin saya dikasih suket dengan batas waktu 6 bulan, setelah itu saya datang lagi dengan tujuan memperpanjang suket, setelah saya tanyakan apakah sudah jadi KTP saya? Jawabannya nunggu dulu dan suruh ninggalin no hp, setelah satu bulan dapet pesan dari wa nyuruh ambil e-ktp, tidak pikir lama saya langsung ambil dan alhamdulillah jadi, prosesnya memang lama saya akui,” tulisnya pada kolom komentar.

Borobudurnews mencoba mengkonfirmasi ke Sekretaris Dukcapil, Idam Laksana terkait postingan yang beredar. Sekretaris Disdukcapil langsung merespon keluhan yang diposting oleh solikin di facebook.

”Atasan saya, yakni Kadisdukcapil Kabupaten Magelang langsung mengirimkan postingan tersebut kepada saya saat itu juga,” ungkap Idam Laksana.

Idam menjelaskan bahwa permasalahan yang muncul terjadi karena keterbatasan blanko E-KTP yang tersedian. “Sampai saat ini ada sebanyak 68 ribu warga magelang yang belum tercetak e-ktp nya. Smentara Disdukcapil Kabupaten Magelang hanya mendapat quota 500 blangko E-KTP tiap bulannya,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa adanya kelangkaan blanko tersebut, masyarakat selalu berpikiran pelayanan capil itu buruk. ”Pelayanan di capil sudah kami buat senyaman mungkin, namun karena kelangkaan blanko, warga selalu berpikir pelayanan kami buruk,” lanjutnya.

“Setiap apel pagi,saya selalu memberikan himbauan kepada pegawai agar dapat memahami SOP yang berlaku. Sehingga pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya. (*/bsn)

Penulis : Amelia Yuniar-Universitas Negeri Semarang

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: