Vita Ervina: Magelang Miliki Potensi Jadi Sentra Pembibitan Kentang

BNews—MAGELANG— Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina mengungkapkan bahwa ingin mendorong konsumsi kentang sebagai subtitusi beras khusus di wilayah Kabupaten Magelang. Sehingga ia menggandeng BPTP agar bisa mengembangkan sentra pembibitan kentang yang bermutu.

Hal itu disampaikannya saat panen perdana komoditas kentang Granola L Kelompok Tani Ngudi Makmur. Di Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Senin (1/11).

”Sebenarnya potensi dari nasional itu masih perlu kita dorong untuk konsumsi kentang. Di Magelang saya lihat dari data statistik ini masih sangat kurang tetapi memiliki potensi sangat banyak untuk bisa lebih kita tingkatkan lagi menjadi sentra pembibitan kentang,” ungkapnya.

Diketahui, percontohan pembibitan komoditas kentang Granola L di Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran binaan BPTP Provinsi Jawa Tengah ini seluas 1 hektar.

Bupati Magelang Zaenal Arifin yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, kesiapan pangan harus dipersiapkan dan diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Dirinya ingin membuktikan bahwa Kabupaten Magelang bisa dijadikan sentra pembibitan kentang.

Produksi komoditas kentang di Kabupaten Magelang pada 2020 mencapai 56.929 kwintal. Sementara areal pengembangan kentang di wilayah Kabupaten Magelang saat ini berada di Kecamatan Pakis, Ngablak, Sawangan, Kajoran dan Kaliangkrik.

“Alhamdulilah pada hari ini juga diberikan sertifikasi khusus untuk pembibitan ini. Sehingga paling tidak bisa menambah kepercayaan masyarakat untuk bisa menggunakan bibit dari Kabupaten Magelang,” kata dia.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Zaenal juga mengungkapkan terima kasih dan apresiasi kepada BPTP Provinsi Jawa Tengah dan Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina. Yang mana telah memprakarsai Kabupaten Magelang menjadi sentra pembibitan kentang.

Menurutnya, wilayah Kabupaten Magelang memang tidak mengalami kekurangan produksi kentang. Kendati demikian tetap harus dilakukan inovasi, maka perlu ada pengkajian dari BPTP agar bisa menghasilkan bibit yang unggul/bagus.

“Bicara mata rantai pertanian, yang pertama pasti adalah bibit. Inilah bagaimana kita mencari bibit yang unggul,” jelasnya.

Kepala BPTP Provinsi Jawa Tengah, Joko Pramono menjelaskan, Jawa Tengah pada saat musim tanam kentang masih sangat banyak mendatangkan kentang dari luar Jawa Tengah.

“Artinya potensi untuk pembibitan ini masih sangat terbuka. Bahkan di sebagian wilayah, petani masih menggunakan benih yang belum tersertifikasi benih lokal,” ujar Joko.

Dengan benih yang baik, diharapkan petani tidak hanya bisa meningkatkan produktivitas namun juga bisa meningkatkan nilai tambah dari kentang itu sendiri.

“Misalnya kentang saat ini pada kisaran harga Rp8.000-10.000 tapi kalau benih itu bisa sampai Rp25.000 jadi nilai tambah ini yang akan kita garap. Sehingga di Magelang ini ada upaya mandiri benih kentang,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: