Curhat ke Presiden! Warga Magelang Minta Keadilan Usai 5 Tahun Terzalimi
- calendar_month Jum, 10 Apr 2026

Tangkapan Layar Video warga Magelang serahkan surat ke Presiden Prabowo
BNews-MAGELANG- Momen kedatangan Prabowo Subianto di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (09/04/2026), disambut antusias oleh ratusan warga.
Di tengah keramaian tersebut, seorang warga bernama Asep Harso Tarmungkas (45) nekat menyerahkan surat permohonan keadilan langsung kepada Presiden.
Peristiwa itu terjadi saat iring-iringan kendaraan presiden melintas perlahan di kawasan industri Dusun Punduhsari, Tempurejo. Asep yang berada di antara warga memberanikan diri maju dan menyerahkan amplop cokelat besar kepada Presiden yang berdiri di atas kendaraan.
Dengan tangan gemetar namun penuh keyakinan, Asep memberi hormat sebelum mengulurkan surat tersebut. Aksinya pun membuahkan hasil. Presiden Prabowo terlihat menerima langsung surat tersebut tanpa perantara.
“Alhamdulillah, perasaan saya haru, sangat bangga dan bahagia. Surat bisa diterima langsung oleh Presiden sendiri tanpa perantara,” kata Asep dengan suara bergetar usai rombongan berlalu.
Di balik amplop cokelat yang diserahkan, tersimpan kisah panjang perjuangan Asep selama lima tahun terakhir. Permasalahan bermula saat almarhumah istrinya mengambil pinjaman di sebuah bank. Namun sebelum pinjaman lunas, sang istri meninggal dunia.
Asep menjelaskan bahwa dalam Polis Kredit (PK) yang ditandatangani, terdapat klausul asuransi jiwa. Klausul tersebut menyebutkan bahwa jika debitur meninggal dunia, maka sisa pinjaman dinyatakan lunas.
Namun kenyataan yang dihadapi berbeda.
“Sudah lima tahun istri saya meninggal, tapi bank masih menahan sertifikat tanah kami. Bank tetap meminta kami melunasi sisa pinjaman, padahal di PK sudah jelas bunyinya: debitur meninggal, kredit lunas,” ungkap Asep, ayah tiga anak itu.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Asep mengaku telah berulang kali mendatangi pihak bank untuk menuntut haknya sesuai perjanjian, termasuk meminta pemrosesan klaim asuransi. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kami datang untuk meminta sesuai PK yang ditandatangani. Ada perjanjian kredit yang berbunyi debitur menyerahkan asuransi jiwa sepenuhnya kepada bank tersebut untuk diproses tetapi tidak dijalankan oleh pihak bank. Kami sudah datang berkali-kali tapi tidak pernah direspons,” tuturnya.
Melalui surat yang diserahkan langsung kepada Presiden Prabowo, Asep berharap kasus yang dialaminya mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
“Harapannya, kami bisa diundang ke Jakarta untuk bisa menerangkan semua yang kami alami dan bisa ada titik penyelesaiannya. Karena saya warga kecil yang dizalimi dan menuntut pengadilan yang seadil-adilnya oleh Bapak Presiden Prabowo,” tambahnya.
Bagi Asep, diterimanya surat oleh Presiden menjadi harapan baru setelah lima tahun menghadapi ketidakpastian. Ia berharap persoalan yang dialaminya dapat segera menemukan titik terang dan keadilan benar-benar ditegakkan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar