Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Warga Magelang Ikut Transmigrasi 2025, Tujuan Maluku dan Sulawesi

Warga Magelang Ikut Transmigrasi 2025, Tujuan Maluku dan Sulawesi

  • calendar_month Jum, 19 Des 2025

BNews-JATENG – Sebanyak 73 warga Jawa Tengah yang tergabung dalam 19 kepala keluarga (KK), termasuk berasal dari Kabupaten Magelang; resmi diberangkatkan untuk mengikuti program transmigrasi ke sejumlah wilayah di Maluku dan Sulawesi.

Program transmigrasi ini difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2025.

Para calon transmigran tersebut akan ditempatkan di beberapa daerah tujuan, yakni Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara; Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah; Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat; serta Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Di lokasi transmigrasi, setiap kepala keluarga akan mendapatkan fasilitas berupa lahan usaha dan pekarangan seluas satu hektare, rumah tinggal; serta jaminan kebutuhan hidup selama satu tahun.

Sebelum diberangkatkan, para calon transmigran juga telah dibekali berbagai keterampilan, mulai dari pertanian hingga perbaikan alat listrik, sebagai bekal meningkatkan kualitas hidup di daerah perantauan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Azis, mengatakan bahwa para peserta transmigrasi berasal dari 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Daerah asal para transmigran meliputi Kabupaten Semarang, Rembang, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Batang, Blora; Pekalongan, Klaten, Sragen, Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Grobogan, Demak, Kebumen, Purworejo; Kota Surakarta, dan Kota Semarang.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Menurut Ahmad Azis, para peserta tersebut diseleksi dari sekitar 400 kepala keluarga atau sekitar 1.600 jiwa yang mendaftar sebagai calon transmigran pada tahun 2025.

“Setelah lolos seleksi, para peserta dibekali berbagai pelatihan, di antaranya budidaya pertanian, perbaikan alat rumah tangga, kelistrikan, pertukangan, kerajinan tangan, hingga pembekalan kedisiplinan,” kata Ahmad Azis saat pemberangkatan calon transmigran di Semarang, dikutip Kamis (18/12/2025).

Selain itu, lanjut Azis, para transmigran juga akan menerima lahan usaha dan pekarangan seluas satu hektare, bantuan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ), perbenihan, serta pelatihan dasar di Balai Latihan Kerja (BLK), mulai dari bidang pertanian, peternakan, hingga perbaikan alat rumah tangga.

Pada tahun pertama, para transmigran akan memperoleh jatah hidup berupa bahan kebutuhan pokok sambil menunggu hasil dari lahan yang dikelola. Ahmad Azis berharap para transmigran mampu menata kehidupan baru secara mandiri dan berkelanjutan di daerah tujuan.

Salah satu calon transmigran asal Kabupaten Pekalongan, Sri Parwiti, bersama suaminya Andi Suprapto serta empat anaknya, akan mengikuti program transmigrasi ke Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ia mengaku keinginan untuk mengikuti program transmigrasi telah muncul sejak tiga tahun lalu.

“Senang sekali, ini mimpi kami. Kami mendaftar sejak 2022, bahkan sempat berpindah ke daerah lain, tapi tidak ada kuota. Kemudian kami kembali ke Jawa Tengah. Alhamdulillah, baru satu tahun sudah bisa,” ceritanya. (*)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: Purba Ronald

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less