Warga Salam yang Kremasi Jenazah Covid-19 Dinyatakan Sembuh dan Aman

BNews–SALAM– Salah satu warga Dusun Pulosari Desa Jumoyo Salam telah selesai melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan dinyatakan tidak ada gejala covid-19 (9/4/2020). Dimana sebelumnya warga tersebut ikut terlibat dalam kremasi jenazah yang dinyatakan positif covid-19.

Suyadi, 42 tahun ini sedikit bisa bernafas lega setelah hasil dari Tenaga Medis Puskesmas Salam mengeluarkan surat keterangan tersebut kemarin. Dirinya juga sempat bercerita terkait kronologi kremasi jenazah covid-19 di komplek pemakaman Gremeng Salam.

Ia bercerita saat itu Selasa (24/3/2020) proses kremasi tersebut sempat membuat gempar warga sekitar.Padahal waktu itu dirinya tidak mengetahui kalau jenazah yang akan dikremasi tersebut positif Covid-19. Dan dirinya hanya membantu ketika dipanggil oleh petugas kremasi untuk menurunkan peti jenazah.

“ Saya hanya membantu menurunkan peti jenazah itu, hanya sekitar tiga menitan saya menurunkan. Itu pun dengan balok kayu. Setelah itu langsung pulang dan terus mandi. Tapi saya tidak tahu kalau itu jenazah positif Covid-19,” katanya seperti yang dikutip dari Merapi Indah FM.

Suyadi juga mengaku tidak mengetahu jenazah tersebut positif Covid-19. “Setelah tahu hal tersebut saya diberi saran dari Gugus Tugas Covid-19 Dusun Pulosari dan Pemerintah setempat. Saya disuruh untuk isolasi secara mandiri dirumahnya selama 14 hari,” imbuhnya.

Ia menceritakan juga, selama isolasi mandiri hanya melakukan kegiatan ringan. “Tidak lupa rajin minum vitamin dan berjemur. IKuti arahan tim medis saya,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Rasa takut pasti ada, lanjutnya bahwa kalau benar-benar virus tersebut menjangkit dirinya dan menularkan ke kelaurganya. “Beberapa hari saya susah tidur. Ditambah pemberitaan-pemberitaan yang simpang siur membuat dirinya semakin bingung,” akunya.

Selama melakukan karantina mandiri, kebutuhan sehari-hari  Suyadi dicukupi dari Pemerintah Desa setempat dan mendapatkan Bantuan dari yayasan Budi Dharma Muntilan. “ Dapat bantuan itu ya terima kasih, tetapi ya saya jadi gak enak. Namun kalau masalah langkah apa yang harus saya ambil, saya konsultasinya dengan mas Yayan ( Edward Alfian ) Gugus tugas disini,“ tegasnya.

Terakhir Suyadi berharap bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat seperti dulu kala. “Sebenarnya beban moril bagi saya dan keluarga. Namun saya harap masyarakat tidak mengucilkan kami, karena semua sudah jelas kami sehat,” tandasnya.

Sementara Humas Tim Gugus Tugas Dusun Pulosari, Edward membenarkan hal tersebut. “Surat keterangan milik Suyadi sudah keluar dan dinyatakan tidak ada gelaja covid-19,” tambahnya.

Edward juga mengaku pihaknya selalu memantau perkembangan warganya tersebut sejak awal hingga akhir termasuk keluarga Suyadi juga. “ Ada ODP maupun tidak, kita tetap waspada. Kami berharap masyarakat tetap mengutamakan keselamatan. Tetap menjaga jarak apalagi kontak dengan orang yang berasal dari luar daerah,” himbaunya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: