Wisata Paramotor Siap Jadi Ikon Baru Destinasi Pariwisata di Borobudur

BNews—BOROBUDUR— Kabupaten Magelang khususnya di kawasan Borobudur bakal memiliki wahana wisata dirgantara, yakni aerowisata paramotor. Rencananya, wisatawan dapat menikmati panorama alam hingga situs warisan dunia seperti Candi Borobudur dari udara.

Ketua Paramotor Indonesia Cahyo Alkantana menuturkan, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan penjajakan di sepuluh destinasi nasional. Salah satunya di Candi Borobudur yang menjadi destinasi unggulan.

”Kami mengamati karakteristik beberapa tempat di kawasan Borobudur. Diantaranya di lapangan bola Tegal Arum dan lapangan Tuk Songo,” tutur Cahyo usai melakukan demonstrasi menerbangkan paramotor, Sabtu (1/8).

Selain itu, pihaknya ingin menjadikan Borobudur sebagai pilot project aerowisata paramotor di Indonesia. Meskipun, di Bali sudah ada namun masih sepi.

”Wisata paramotor di dunia yang sudah cukup maju itu seperti di Dubai, Thailand dan Myanmar. Nah, di Indonesia kita mencoba,” ungkap pria 54 tahun itu.

Di Borobudur, pihaknya melakukan ujicoba selama dua hari. Yakni hari ini (1/8) pukul 06.00-09.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB serta besok (2/8) pukul 06.00-09.00 WIB.

Cahyo menjelaskan, dipilihnya waktu tersebut bukan tanpa sebab. Dirinya ingin mengetahui seberapa indah pesona sunrise dan sunset di kawasan Borobudur bila dilihat dari langit.

Loading...

”Kami ambil penerbangan pagi dan sore karena program kita ke depan adalah wisata sunrise dan sunset paramotor joy flight,” jelasnya.

”Indahnya lagi dari atas, dari ketinggian 150 meter di atas permukaan laut, kita bisa melihat world heritage Candi Borobudur yang tidak bisa dikalahkan. Meskipun dari jarak paling dekat maksimal 200 meter dari pagar candi. Itu nilai jualnya,” sambung dia.

Pilot paramotor Cahyo Alkantana diukur suhu tubuhnya sebelum melakukan penerbangan.

Sepanjang beberapa kali melakukan simulasi dari landasan lapangan Tegal Arum, dirinya tidak mengalami kendala berarti. Hanya topografi yang dikelilingi deretan Pegunungan Menoreh hingga Gunung Merapi menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi turbulensi.

”Ini yang harus diwaspadai. Makanya, sangat cocok terbang disaat sunrise dan sunset karena diwaktu tersebut angin masih nol dan itu belum ada thermal-nya. Jadi harapannya seratus persen safe untuk terbang tandem bersama wisatawan,” terang dia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

perwakilan PT Manajemen CTB Nusantara selaku pengelola Balai Ekonomi Desa (Balkondes), Hatta mengungkapkan, nantinya paramotor bisa menambah varian produk wahana wisata. Harapannya, dapat menggenjot gairah wisata di era kebiasaan baru ditengah pandemi covid-19.

Pendaratan paramotor sempurna di landasan lapangan bola Tegal Arum.

”Harapannya, wisata dirgantara ini bisa berkembang di Borobudur. Meningkatkan kunjungan wisatawan, ekonomi dan tenaga kerja karena masyarakat lokal juga akan dilibatkan,” harapnya.

Imbuh dia, sudah ada delapan dari 18 balkondes yang sudah buka melayani wisatawan dengan peotokol kesehatan ketat. Meskipun saat ini hanya mampu menampung maksimal 50 persen kuota masing-masing balkondes sesuai peraturan gugus tugas.

”Petunjuk gugus tugas maksimal 50 persen kuota. Biasanya mampu menampung seratus orang kini hanya bisa 50 orang. Semoga dunia pariwisata segera bangkit normal kembali,” imbuh pria 37 tahun itu. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: