3 Anak Gugat Ibu Kandung Gegara Harta Warisan

BNews—NASIONAL— Tiga orang anak di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, tega menggugat ibu kandungnya sendiri terkait harta warisan. Mereka tidak terima rumah keluarga dijual seharga Rp800 juta.

Wanita renta yang digugat oleh anak-anaknya tersebut bernama Mariamsyah Boru Siahaan, 74. Ketiga penggugat terdiri atas dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

Nama mereka adalah Bontor Budianto Panjaitan seorang PNS di Dinas Pertanian Tobasa. Lalu Lettu Mervin Panjaitananggota TNI AURI Probolinggo. Serta Lasmawati Delima Panjaitan yang tinggal di Desa Sileang Toruan, Humbang Hasundutan (Humbahas).

Mediasi sempat digelar oleh Majelis Hakim PN Tarutung. Namun tidak membuahkan hasil. Alhasil, sidang gugatan di pengadilan akan segera dilaksanakan.

Kasus ini bermula saat tergugat menjual satu unit rumah di Jalan Tuasan, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kota Medan seharga Rp800 juta pada 2019.

Rumah itu merupakan aset miliknya yang dibangun bersama mendiang suami. Ketiga anaknya tak terima rumah dijual begitu saja karena tidak melalui proses musywarah dan bagi hasil penjualan.

Mariamsyah hanya dibela oleh nak bungsunya Ridwan Panjaitan dan menantu Murni Panggabean dalam gugatan ini.

”Air susu dibalas air tuba. Bahkan darah yang mengalir dari tubuh saya sewaktu melahirkan mereka pun tak mampu dibalas. Namun hari ini, saya harus menghadapi gugatan hukum dari mereka,” ujar Mariamsyah dengan suara bergetar.

”Sudah beberapa kali saya dibuat susah oleh mereka. Bahkan saya pernah diusir dari rumah,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ridwan, anak keempat yang menemani Mariamsyah turut menguatkan pernyataan soal gugatan terhadap ibundanya. ”Ibu kami digugat karena menjual rumah,” katanya.

Sementara itu, anaknya yang bernama Bontor Panjaitan menggugat ibu kandungnya sendiri karena tidak mendapatkan bagian dari penjualan rumah tersebut. ”Alasan saya, pertama, saya tidak mengetahui rumah itu dijual. Yang kedua, bagian saya tidak ada. Saya sendiri tidak ingin ada mediasi lagi,” ujarnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: