Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Daftar Ruas Jalan dan Jembatan yang Diperbaiki Pemprov Jateng Tahun 2026, Cek Wilayah Anda

Daftar Ruas Jalan dan Jembatan yang Diperbaiki Pemprov Jateng Tahun 2026, Cek Wilayah Anda

  • calendar_month 23 menit yang lalu

BNews-JATENG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan di berbagai wilayah guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mendukung kelancaran mobilitas antarwilayah.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, pada Tahun Anggaran 2026 sejumlah pekerjaan peningkatan jalan dilaksanakan di berbagai ruas strategis.

Di antaranya ruas Wiradesa–Kajen, Wanayasa–Kalibening, Brigjen Sudiarto, Jepara–Keling, Kudus–Colo, Todanan–Ngawen, Demak–Godong; Singget/Batas Kabupaten Grobogan–Doplang–Cepu, Kuwu–Galeh, Galeh–Ngrampal, Sirampog–Bumiayu, pembangunan Jalur Penyelamat Kalijambe; serta ruas Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan.

Selain peningkatan jalan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melaksanakan rehabilitasi pada sejumlah ruas jalan, meliputi Pati–Tayu, Pati–Kayen–Sukolilo, Jepara–Kudus; Patikraja–Kaliori, Sidareja–Cukangleusleus, Karanganyar–Tawangmangu–Kalisoro, Ngadirojo–Biting/perbatasan Jawa Timur; Ngadirojo–Giriwoyo, Wonogiri–Manyaran–Blimbing, Sapuran–Kepil, Bandungsari–Panangapan, serta Bandungsari–Salem.

Tak hanya infrastruktur jalan, Pemprov Jateng juga melakukan pekerjaan penggantian Jembatan Dengkeng di Kabupaten Klaten pada ruas Karangwuni–Batas DIY.

Pada tahun yang sama juga dilakukan rehabilitasi Jembatan Lusi Putat di Lingkar Utara Purwodadi, Jembatan Jurang Gowang pada ruas Kutoarjo–Bruno Kabupaten Purworejo; Jembatan Kalidawe di ruas Parakan–Patean, serta Jembatan Krompeng pada ruas Kajen–Batang.

Di luar pekerjaan peningkatan dan rehabilitasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melaksanakan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas jalan, serta pemeliharaan jembatan provinsi dengan total panjang mencapai 26.445,77 meter.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan salah satu proyek prioritas yang tengah dipersiapkan pada tahun 2026 adalah perbaikan Jalan Raya Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora.

Menurut Henggar, proyek yang dianggarkan sebesar Rp5,276 miliar tersebut saat ini telah memasuki tahap pelelangan.

Berdasarkan perhitungan awal, anggaran tersebut akan digunakan untuk menangani kerusakan berat pada ruas jalan di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.

“Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” jelas Henggar beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan penanganan ruas jalan Singget–Doplang–Cepu sepanjang 2,611 kilometer yang berada di wilayah Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan dengan nilai anggaran mencapai Rp19,92 miliar.

Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah, pemerintah provinsi juga mengupayakan percepatan; penanganan infrastruktur melalui usulan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) untuk sejumlah ruas jalan di Kabupaten Blora.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh jajarannya untuk merespons cepat setiap keluhan masyarakat terkait; kondisi infrastruktur jalan maupun fasilitas publik lainnya.

Menurutnya, berbagai keluhan yang berkembang di masyarakat, termasuk yang viral di media sosial, harus menjadi bahan evaluasi agar pemerintah; semakin responsif terhadap kebutuhan warga.

Luthfi juga menegaskan pentingnya kualitas dalam setiap pekerjaan perbaikan jalan sehingga hasil pembangunan dapat bertahan lebih lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Jangan asal-asalan. Harus dikerjakan secara profesional,” katanya.

Ia juga meminta agar ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat mendapatkan prioritas utama dalam penanganan.

“Balai dan dinas harus memperhatikan ini. Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya,” lanjutnya.

Selain mengoptimalkan anggaran daerah, Ahmad Luthfi meminta seluruh perangkat daerah untuk mengawal secara serius berbagai usulan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian maupun DPR RI agar percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah dapat segera terealisasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan kritik, masukan, maupun laporan terkait kondisi infrastruktur di daerahnya.

Masukan tersebut dinilai menjadi bagian penting dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik, tidak hanya pada sektor infrastruktur, tetapi juga bidang sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less