3 Santri Magelang Kabur, Lontang-lantung di Jalan Hingga Diselamatkan Relawan

BNews—MAGELANG— Diduga tidak betah belajar alias mondok di Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, tiga santri memilih kabur dari pondok pesantren. Aksi melarikan diri tiga bocah di bawah umur ini tak mulus karena di tengah jalan kehabisan  ongkos sehingga lontang-lantung di jalan.

Ketiga bocah santri tersebut yakni; Saiful Bahri, 15, santri asal Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu; Imam Ghozali, 16; dan Tegar, 15, yang merupakan santri asal Kabupaten Pekalongan.

Informasi yang dihimpun, trio santri ini diketahui kabur dari Ponpes API Tegalrejo pada Senin (7/6). Alasannya ketiganya melarikan diri diduga lantaran tidak betah di pondok.

Berbekal uang Rp200 ribu, mereka menumpang bus dari Magelang dengan tujuan Kendal. Namun sebelum sampai di Kota Santri, ternyata uang tersebut sudah habis.

Kehabisan ongkos, ketiganya kemudian perjalanan dengan berjalan kaki hingga sampai ke wilayah Kabupaten Kendal. ”Di Kabupaten Kendal, ketiganya ditemukan luntang-lantung dan diselamatkan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di Kendal,” kata Ketua PMI Kabupaten Indramayu, Mulya Sedjati, Selasa (8/6).

Mulya menjelaskan, saat kabur itu, mereka tidak membawa apapun. Semua barang ditinggal di pondok pesantren. Selama di perjalanan, Saiful, Imam dan Tegar juga harus kehujanan saat menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.

Beruntung, saat itu, ada relawan PMI Kabupaten Kendal yang menemukan ketiganya. Ketika ditemukan, ketiga santri tersebut dalam kondisi kebingungan dan kelelahan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Para relawan saat itu lalu mengantar ketiganya ke Kabupaten Pekalongan, tujuan para santri tersebut kabur ke kediaman salah satu santri. Setelah sampai di Pekalongan, para relawan wilayah setempat melanjutkan perjalanan dengan mengantar Saiful Bahri ke Kabupaten Indramayu.

Pada sore hari tadi, Saiful Bahri tiba di Markas PMI Kabupaten Indramayu dengan kondisi sehat. ”Walau secara fisik terlihat sehat, bocah tersebut masih kebingungan. Dia lebih banyak menundukkan kepala dan tidak banyak bicara,” ucapnya.

Dalam hal ini, PMI Kabupaten Indramayu saat itu pun sudah menghubungi pihak keluarga soal kejadian tersebut. Dan akan mengantar langsung Saiful Bahri pulang ke rumahnya.

”Karena tugas PMI tidak hanya soal donor darah, kita juga melakukan aksi kemanusiaan, salah satunya ini,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: