301 Wisudawan Untidar Dituntut Mampu Hadapi Pandemi dan Era 4.0

BNews—MAGELANG— Universitas Tidar (Untidar) Magelang menggelar upacara wisuda tatap muka untuk Program Sarjana dan Ahli Madya Periode ke-56 Tahun 2020. Sebanyak 301 mahasiswa yang terdiri dari 247 sarjana dan 52 diploma diwisuda di Gedung Tri Bhakti, Kota Magelang, Rabu pagi (2/12).

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi wisuda di tengah pandemi covid-19 sudah dua periode ini dikemas dengan sederhana. Namun tanpa mengurangi kesakralan upacara pemindahan tali toga.

Protokol kesehatan pun diterapkan dengan sangat ketat. Sebelum memasuki gedung, para peserta wajib mengenakan masker, mencuci tangan kemudian mengenakan sarung tangan latex dan dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun. Jarak kursi antarmahasiswa juga diberi jarak dua meter untuk menghindari kontak fisik langsung.

Para tamu atau orang tua dari wisudawan juga diimbau tidak ikut mendampingi putra-putrinya. Kebijakan tersebut diterapkan sesuai petunjuk Satgas Covid-19 setempat untuk menghindari kerumunan. Sementara pihak universitas memfasilitasi keluarga wisudawan dengan siaran live streaming via kanal YouTube Universitas Tidar.

”Tanpa mengurangi syukur dan rasa bahagia, kita harus mengadakan upacara wisuda ini dengan versi yang sangat disederhanakan untuk menghindari infeksi. Tanpa tamu dan keluarga wisudawan,” tutur Rektor Untidar Prof Dr Ir Mukh Arifin MSc dalam sambutannya dihadapan para wisudawan.

Pada kesempatan tersebut, Arifin menyampaikan terima kasih kepada civitas akademika karena mahasiswanya mampu menyelesaikan studi. Termasuk dosen, staf serta alumni atas dukungan, motivasi, pengabdian serta kontribusinya bagi Untidar.

”Atas nama Untidar, saya secara tulus juga mengucapkan terima kasih dan selamat kepada orang tua dan keluarga wisudawan. Yang dengan cinta serta kasih sayang telah membantu putra-putrinya hingga berhasil menjadi wisudawan,” katanya.

Download Aplikasi Borobudur News (klik di sini)

Usai diwisuda, Arifin berkeinginan mereka tidak terhanyut oleh arus yang cenderung turbulen. Dimana, mereka lulus disaat keadaan anomali di semua aspek kehidupan akibat hantaman pandemi dan gelombang revolusi industri 4.0.

”Lulus dan mendapatkan ijazah dari perguruan tinggi bukan jaminan saudara di masa depan. Tetapi sikap yang dapat membuat seseorang reflektif dan bersemangat untuk mempelajar hal-hal baru,” ucapnya.

Ia juga berharap, wisudawan memiliki inisiatif dan mampu berpikir tentang bagaimana dapat berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. ”Jika prestasi seseorang hanya terbatas pada keuntungannya bagi sendiri, itu hampir tidak dapat dianggap sebagai kesuksesan sejati,” pesan dia.

Wisudawan Untidar terbaik memperoleh penghargaan dari BNI Kantor Cabang Magelang.

Diketahui, Untidar sukses melaksanakan wisuda 301 mahasiswa yang terdiri dari 247 sarjana dan 54 diploma. Jumlah tersebut lebih sedikit dari biasanya.

Jumlah total wisudawan berpredikat dengan pujian sebanyak 53 mahasiswa dengan rincian 27 dari program studi (prodi) Ekonomi Pembangunan, enam dari prodi Ilmu Administrasi Negara. Kemudian delapan dari prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, tujuh dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris, tiga dari prodi Teknik Elektro serta masing-masing satu mahasiswa dari prodi Teknik Sipil dan Diploma III Akuntansi.

Predikat wisudawan terbaik disandang oleh Farmila Sari, mahasiswa kelahiran 16 Mei 1997 dari prodi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi. Wisudawan asal Dusun Junjungan RT3 RW6, Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ini meraih IPK nyaris sempurna yaitu 3,96. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: