4 Oknum Santri Santriwati Magelang Digerebek Ngamar di Hotel

BNews—NASIONAL— Dua pasang remaja laki-laki dan perempuan berstatus Anak Baru Gede (ABG)  terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto. Saat diciduk di salah satu kamar hotel, mereka mengaku santri dan santriwati dari Magelang.

Informasi yang dihimpun, empat orang ini diamankan dari sebuah kamar Hotel Slamet di Jalan PB Sudirman Nomor 49-51, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Mereka yang bukan pasangan suami istri (pasutri) ini telah check-in selama dua malam dalam satu kamar.

Kepala Bidang Ketentraman dan Penertiban Umum Satpol PP Kota Mojokerto, Fudi Harijanto membenarkan telah mengamankan empat orang bukan pasutri. Alasannya, mereka diketahui berada di dalam satu kamar hotel.

Dua pasang ABG terjaring razia Satpol PP dalam satu kamar. (foto: ist)

”Hasil razia malam tadi (kemarin), Kami mengamankan dua pasangan bukan suami istri di Hotel Slamet. Dimana satu kamar ada dua perempuan dan dua laki-laki,” kata Fudi seperti dikutip Borobudur News dari Surya, Jumat (2/7).

Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan bersangkutan, mereka mengaku sebagai santri dan santriwati dari pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah. Dimana mereka berdalih tengah berjualan kalander di wilayah Kota/ Kabupaten Mojokerto.

”Pengakuan mereka berjualan kalender dari pondok Jawa Tengah. Iya, di Magelang. Namun ketika kami minta surat keterangan dari ponpes bersangkutan tidak dapat menunjukan,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Fudi mengatakan petugas terpaksa mengamankan pasangan bukan suami istri itu dari kamar hotel menuju ke dalam truk Satpol PP guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tidak hanya itu, petugas juga mendapati empat pemuda lainnya yang menggelar pesta miras di kamar lantai dua hotel Slamet.

Petugas Satpol PP menyita kartu identitas dan akan memanggil yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Sebagai sanksi tegas, pihaknya dipastikan akan memanggil pengurus ponpes bersangkutan terkait santri-santriwati yang melanggar ketertiban dan asusila berada di dalam satu kamar hotel.

”Pasangan bukan pasutri ini Kami lakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Dan pihak pondok akan kami panggil serta pemilik minuman keras juga akan kita panggil untuk dilakukan pembinaan,” pungkasnya. (han)

1 Comment
  1. Ary ardhita telomoyo says

    Menyedihkan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: