40 Tahun Lalu Sebuah Buku Meramalkan Wabah Virus Corona di Dunia

BNews–NASIONAL– Tidak hanya persedian masker, hand sanitizer dan bahan makanan ludes terjual. Namun ada yang aneh, sebuah buku tertentu ini juga ludes akibat merebaknya virus corona di beberapa negara.

Sebuah buku karya Dean Koontz berjudul “The Eyes of Darkness” ikut habis terjual. Buku tersebut diyakini berisi ramalan tentang virus corona. Bahkan, buku tersebut menjadi buku ketiga yang paling banyak terjual di situs Amazon.

Penggemar Dean Koontz yakin bahwa buku tersebut berisi ramalan tentang sebuah virus bernama Wuhan-400. Virus tersebut diyakini sebagai nama lain dari virus corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.

Dalam buku yang sudah berusia 40 tahun itu, virus Wuhan-400 disebut sebagai virus bioweapon dengan tingkat kematian 100% dalam waktu 12 jam.

Tokoh-tokoh dalam buku itu mengungkapkan untuk mengosongkan atau menghapus sebuah kota, tak harus mengeluarkan banyak biaya. Virus bioweapon bisa digunakan sebagai alternatifnya.

“Mereka menyebut barang-barang Wuhan-400 karena dikembangkan di laboratorium RDNA mereka di luar kota Wuhan,” ujar seseorang dalam buku tersebut.

AWAL MULA BUKU INI DINYATAKAN RAMALAN
Loading...

Terkuaknya ramalan tentang virus corona di buku ini berawal dari cuitan seorang pengguna Twitter bernama Nick Hinton. Dalam akun Twitternya, Nick menuliskan bahwa isi buku itu berisi ramalan tentang virus corona.

“Novel Dean Koontz pada 1981 meramalkan virus corona!” tulis Nick.

Buku itu menceritakan tentang seorang ibu bernama Christina Evans asal Las Vegas yang mencari putranya bernama Danny yang hilang saat pergi berkemah. Ternyata, Danny tidak sengaja terinfeksi virus Wuhan 400 dan harus ditahan di sebuah laboratorium.

Dalam buku itu tertera sebuah percakapan antara Christina dan Dombey, pengurus laboratorium. “Saya tidak tertarik dengan filosofi atau moralitas perang biologi. Saat ini saya hanya ingin tahu bagaimana bisa Danny ditahan di tempat ini,” ujar Tina pada Dombey.  

Dombey mengatakan bahwa Wuhan 400 adalah senjata sempurna untuk menyakiti manusia. Virus ini hanya menyerang manusia, bukan makhluk hidup lainnya.

“Wuhan-400 adalah senjata sempurna. Itu hanya menyakiti manusia. Tidak ada makhluk hidup lain yang bisa mengidapnya. Dan seperti sipilis, Wuhan-400 tidak bisa selamat di luar tubuh manusia lebih lama dari semenit. Artinya itu tidak bisa mengkontaminasi benda-benda secara permanen atau seluruh tempat sebagaimana antraks dan yang bisa dilakukan mikro organisme berbahaya lain,” ujar Dombey dalam buku tersebut.

KENYATAAN BUKU INI SEBENARNYA

Namun setelah ditelusuri ternyata apa yang disampaikan dalam buku itu tidak sepenuhnya benar. Virus Wuhan 400 yang ada di dalam buku memang benar mengacu pada Kota Wuhan, sumber penyebaran virus corona. Namun, apa yang terjadi dalam buku itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Faktanya tidak ada bukti bahwa virus corona dikembangkan di laboratorium seperti dalam cerita buku itu. Dari hasil penelitian, virus corona berasal dari sebuah pasar di Wuhan yang menjual daging binatang liar. Para ilmuwan meyakini bahwa virus itu berasal dari kelelawar.

Tak hanya itu, gejala yang tercantum dalam buku itu pun berbeda dengan kenyataan. Keterangan dalam buku itu menyebutkan bahwa virus Wuhan 400 memiliki masa inkubasi hanya empat jam. Sedangkan virus corona punya masa inkubasi selama 1 – 14 hari. Sementara itu, masa inkubasi menurut WHO adalah lima hari.

Selain itu, tingkat kematian Wuhan 400 berbeda dengan virus corona. Jika Wuhan 400 tingkat kematiannya 100%, maka virus corona sebesar 2 sampai 4% di Wuhan dan 0,7% di luar Wuhan.

Dalam buku itu juga tertera bahwa virus Wuhan 400 menghasilkan racun yang bisa merusak jaringan otak manusia. Sedangkan virus corona menyerang sistem pernapasan dengan gejala seperti demam, batuk, dan sesak nafas.

Sebenarnya, nama virus pada terbitan pertama buku ini, yaitu pada tahun 1981 adalah Gorki-400. Virus ini diceritakan dikembangkan oleh pemerintah Uni Soviet. Namun, pada tahun 1989, nama virusnya berubah menjadi Wuhan-400 tanpa alasan yang jelas. (*/ahg)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: