53 Anak Diamankan Saat Demo Ricuh di Magelang, Kini Dipulangkan
- calendar_month Ming, 31 Agu 2025

53 Anak yang Diamankan Saat Demo Ricuh di Magelang Dipulangkan
BNews—MAGELANG— Sebanyak 53 anak yang diamankan akibat terlibat dalam aksi demo ricuh di depan Mako Polres Magelang Kota pada Jumat (29/8/2025), akhirnya dipulangkan. Mereka dikembalikan ke orang tua masing-masing pada Sabtu (30/8/2025) sore.
Dari jumlah tersebut, bahkan ada yang diduga berperan sebagai provokator. Sebelum dipulangkan, para anak terlebih dahulu mengikuti kegiatan pembinaan; bertajuk Parenting Polres Magelang Kota kepada Pemuda dan Remaja.
Program ini digelar sebagai upaya menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Magelang Kota.
Acara tersebut dihadiri Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum, Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Afrizal Rakham; Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Bupati Temanggung Agus Setyawan; serta Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sakir. Turut hadir pula perangkat desa dan orang tua para anak yang diamankan.
Kapolres AKBP Anita menjelaskan, keterlibatan perangkat desa dan orang tua sangat penting dalam proses pembinaan.
“Juga peran orang tua di sini sangat penting untuk membantu pembinaan anak-anaknya. Khususnya dalam memantau pergaulan di sekitarnya,” jelasnya.
Menurut Anita, hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas anak tidak memahami tujuan aksi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Saat kami tanya, mereka (anak-anak) ini tidak tahu tujuan aksi damai itu untuk apa? Mereka hanya ikut-ikutan dan diajak melalui media-media sosial, bahkan mereka yang hadir ke Polres Magelang Kota ini bukan warga Kota Magelang, malah banyak yang dari Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Purworejo,” katanya.
Ke depan, Polres Magelang Kota akan melakukan pembinaan lebih lanjut.
“Intinya (surat pernyataan) tidak melakukan perbuatan lagi. Dan nanti juga diberlakukan wajib lapor serta apel setiap Selasa dan Kamis,” tambah Anita.
Barang bukti yang sempat diamankan saat kericuhan, seperti kendaraan dan handphone, juga akan dikembalikan secara bertahap.
Anita mengakui ada sejumlah anak yang terbukti mengonsumsi minuman keras (miras) sebelum aksi berlangsung.
“Jadi, ini menjadi perhatian kita semua, dan saya juga mengimbau untuk teman-teman yang akan turun ke jalan, jauhi miras dan sampaikan aspirasinya secara baik dan damai,” harapnya.
Dalam sesi parenting, turut hadir Budi Irawanto dari Yayasan Sandal Jepitan Bareng (SJB). Ia mengajak 53 anak mencari orang tua masing-masing yang duduk di deretan kursi belakang.
Para anak diminta menyampaikan permohonan maaf dan sungkem kepada orang tua mereka. Suasana haru pun pecah, terdengar isak tangis baik dari anak maupun orang tua. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News



Saat ini belum ada komentar