Ada Pemilih dari Luar, Dua TPS di Magelang Direkomendasikan Diulang

BNews—MUNGKID—Pemilu 2019 di Magelang terdapat dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) direkomendasikan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) oleh Bawaslu Kabupaten Magelang. Hal ini karena adanya Daftar Pemilih Khusus (DPK) luar daerah ikut menoblos di TPS.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang,M.Habib Shaleh mengungkapkan untuk Pemungutan Suara Ulang tersebut berada di TPS 01, Dusun Jambu, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran dan TPS 03 Desa Bandongan, Kecamatan Bandongan. “Kami memberikan rekomendasi PSU ini kepada KPU Kabupaten Magelang dikarenakan ada pemilih yang tidak masuk DPT dan DPTb serta tidak membawa form A5 untuk pindah memilih. Para pemilih tersebut memilih hanya bermodalkan KTP el luar daerah,” katanya.

Advertisements


Disebutkan juga bahwa hal ini melanggar pasal 372 huruf d UU 7 tahun 2017 tentang pemilu, Pasal 65 ayat 2 PKPU 3 tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara, PKPU 9 tahun 2019, pasal 18 ayat 3 huruf e Perbawaslu no 1 tahun 2019 tentang Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara, dan Perbawaslu 9 tahun 2019.


“Mereka tidak masuk DPT dan DPTb Tempuran dan Bandongan serta tidak membawa form A5 sebagai sarat pindah memilih sehingga tidak berhak untuk menggunakan hak suara di Tempuran dan Bandongan. Setelah pleno, Bawaslu merekomendasikan PSU untuk 2 TPS,” terang Habib.

Habib mengungkapkan pemilih yang tidak terdaftar di DPT dan DPTb serta tidak membawa form A5 seharusnya masuk Daftar Pemilih Khusus (DPK). Pemilih DPK ini bisa menggunakan hak pilih di rukun tetangga/rukun warga sesuai alamat dengan menunjukkan KTP el atau Suket setempat.

“Jajaran Panwascam Tempuran menemukan ada tiga DPK diberikan surat suara Presiden dan Wakil Presiden. Selain itu, ada satu pemilih DPK lainnya diberikan empat surat suara sehingga bisa memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Tengah.

“Panwascam kami juga menemukan dua pemilih yang seharusnya hanya berhak mendapatkan empat surat suara, akan tetapi keduanya mendapatkan lima surat suara. Hasil pleno kami, Pemungutan Suara di TPS 01 Tempurejo harus diulang,” kata dia.

Sementara untuk TPS 03 Bandongan karena ada empat pemilih yang tidak masuk DPT dan DPTb serta tidak membawa form A5 untuk syarat pindah memilih.”Keempat pemilih tersebut yaitu Nurul Widowati, Ira Mayang Sari, Agung Sunaryanto, Khairun Nisa, dan Muhari. Dikatakan mereka tidak memenuhi syarat sebagai pemilih DPK karena beralamat di luar wilayah dan tidak membawa form A5,” ungkapnya.

Dijelaskan KPPS menganggap keempat pemilih tersebut sebagai pemilih DPK  namun memperlakukannya sebagai pemilih DPTb. “Pemilih DPK seharusnya mendapatkan lima Surat Suara karena memilih menggunakan KTP el setempat, adapun pemilih DPTb mendapatkan sebagian surat suara sesuai asal daerah,” tegasnya.

Dia menuturkan sesuai dengan ayat (2) huruf d Pasal 372 UU No. 7/2017 tentang Pemilu, syarat adanya PSU salah satunya adalah pemilih tidak memiliki KTP elektronik dan tidak terdaftar di daftar pemilih tetap dan daftar pemilih tambahan. “Dengan kejadian tersebut tentunya sudah memenuhi syarat untuk dilakukan PSU,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: