Ada Situs Batuan Candi di Muntilan, BPCB Jateng Gali Pekarangan Warga

BNews—MUNTILAN— Sejumlah pekerja dari Balai Pelestarian Cagar Bidaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah melakukan penggalian di kawasan situs Kolokendang, Ngawen, Kabupaten Magelang. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut guna mengetahui data mendalam terkait situs tersebut.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jateng, Junawan menjelaskan, ekskavasi dilakukan untuk menentukan Langkah-langkah pelestarian selanjutnya. Sebab, situs ini terletak di tanah milik perorangan.

”(Kemarin), kami lakukan penggalian hari pertama. Tetapi kegiatan sudah mulai dari kemarin lusa dengan membuat pemetaan,” kata Junawan seperti dikutip Borobudur News dari Kantor Berita Antara, Minggu (7/2).

Pada penggalian hari pertama, pihaknya menemukan batu-batu komponen dari candi. Walaupun sifatnya bukan struktur insitu. Jadi masih batu-batu komponen candi namun bukan pasangannya.

Sementara, ia menyebut penggalian dilakukan sebanyak enam kotak. Kalau dugaan situs ini berbentuk apa belum ada, namun tim masih mencari data lebih dalam lagi.

”Memang ada temuan struktur yang kelihatannya insitu tapi batu gundul semoga bisa menjadi petunjuk apakah itu bagian dari lokasi candi atau bukan. Mudah-mudahan bisa diketahui melalui data-data selanjutnya,”terangnya.

Menurut dia, temuan batuan situs ini sudah dilaporkan di BPCB tahun 2018. Penanganannya sudah tepat karena berjenjang ditangani Dinas Kebudayaan kemudian melaporkan ke BPCB.

”Ekskavasi ini mungkin sampai Rabu atau Kamis (10-11/2). Sementara untuk kelanjutannya kami lihat hasil dari ekskavasi ini apakah perlu tahap kedua atau tidak,” ungkapnya.

”Kalau nanti ekskavasi pengamatan datanya sudah cukup, dalam arti bisa diketahui denahnya, bentuknya kemudian dilakukan studi kelayakan untuk mengetahui sejauh mana komponen itu bisa dipugar. Untuk ekskavasi kali ini nanti tanah akan kami kembalikan seperti semula, temuan-temuan saat ini sudah kami rekam melalui video dan foto,” sambungnya.

Salah satu warga pemilik tanah tempat ditemukannya situs batuan, Menik, mengungkapkan jika situs pertama ditemukan saat bapaknya, almarhum Karanto, sedang membuat lubang tempat sampah tahun 2000-an. ”Saat dicangkul terbentur batu. Dan setelah digali lagi ternyata ditemukan batu-batu,” ucap Menik. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: