Air Mineral Makhoa Bakal Masuk Hotel dan Resto? Ini Strategi Pemkab Magelang Dongkrak Ekonomi Lokal
- calendar_month 35 menit yang lalu

Pemda Kabupaten Magelang Dorong Potensi Lokal Air Minum Kemasan Makhoa Seperti Hotel dan Restoran
BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong kemitraan dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang guna memperkuat penggunaan produk unggulan daerah. Salah satu fokusnya adalah mendorong pemanfaatan air minum dalam kemasan (AMDK) Makhoa produksi Perumda Air Minum Tirta Gemilang di hotel dan restoran.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Magelang, Sahid, saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Kemitraan Berbasis Potensi Daerah yang digelar di Nalendro Cafe, Borobudur, Kamis (25/6/2026).
Menurut Sahid, kemitraan antara pemerintah daerah dan PHRI sejalan dengan visi dan misi Bupati Magelang, khususnya dalam memajukan perekonomian daerah berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai Kabupaten Magelang memiliki sejumlah produk unggulan yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya air mineral Makhoa yang diproduksi Perumda Air Minum Tirta Gemilang. Namun, pemasaran produk tersebut dinilai masih terbatas di lingkungan pemerintah daerah.
“Maka kami berharap hubungan kemitraan ini bisa dilakukan, minimal air minum ini bisa digunakan di hotel dan resto di wilayah Kabupaten Magelang,” harap Sahid.
Selain itu, Pemkab Magelang melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM juga terus berupaya memperluas pemasaran Makhoa agar dapat dipasarkan di minimarket maupun jaringan distribusi lainnya.
Menurut Sahid, peningkatan pemasaran produk lokal diharapkan mampu mendongkrak PAD sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Mungkin nanti kita dorong melalui Perda atau Perbup seperti yang sudah dilakukan di Kulonprogo,” ungkapnya.
Produk Lokal Dinilai Punya Potensi Besar
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Wahyu Hernowo, mengatakan Kabupaten Magelang memiliki berbagai produk unggulan yang layak dikembangkan, termasuk AMDK Makhoa dan beragam produk UMKM, khususnya dari kawasan Borobudur.
Menurutnya, produk-produk tersebut merupakan hasil pelaku usaha lokal yang memanfaatkan sumber daya serta kearifan lokal sehingga memiliki daya saing tinggi.
Wahyu menjelaskan, kemitraan menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal karena mampu menciptakan hubungan yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan antarpelaku usaha.
“Oleh karena itu, saya mengajak PHRI untuk tergerak melaksanakan kemitraan untuk ikut berkontribusi meningkatkan ekonomi UMKM lokal di Kabupaten Magelang,” harap Wahyu.
Ia menambahkan, kemitraan dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan penjualan, memperluas pasar, menambah pelanggan dan pemasok baru, hingga mendukung pengembangan produk.
Menurut Wahyu, produk AMDK daerah juga memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Selain memenuhi kebutuhan wisatawan, kemasannya dapat dimanfaatkan sebagai media promosi destinasi wisata.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Perumda Air Minum Tirta Gemilang pun telah melakukan inovasi dengan menjadikan kemasan air mineral sebagai sarana branding destinasi wisata Kabupaten Magelang.
“Saya melihat peran UMKM sangat penting sehingga perlu upaya yang terus-menerus memberdayakan mereka dalam rangka menghadapi tantangan dan kecendrungan di masa mendatang. UMKM harus bisa membangun mitra kerja sama dengan para pengusaha dengan prinsip saling menguntungkan,” ujarnya.
Melalui kemitraan tersebut, Wahyu berharap produk unggulan lokal semakin banyak digunakan oleh pelaku usaha perhotelan dan restoran; sehingga mampu memperkuat UMKM sebagai sektor ekonomi yang tangguh, mandiri, sekaligus menciptakan pemerataan pendapatan masyarakat.
PHRI Minta Dukungan Balik dari Pemerintah
Dalam diskusi tersebut, anggota PHRI Kabupaten Magelang, Punjung, menyatakan pihaknya pada prinsipnya siap menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah; termasuk menggunakan produk air minum Makhoa di hotel dan restoran.
Namun, ia berharap pemerintah juga memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha anggota PHRI, salah satunya dengan memanfaatkan hotel; dan restoran di Kabupaten Magelang sebagai lokasi kegiatan pemerintahan.
Menurutnya, langkah tersebut akan membantu menggerakkan roda perekonomian daerah dan memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha lokal.
“Kami berharap pemerintah daerah juga kalau ada kegiatan rapat dan sebagainya bisa menggunakan tempat kami, jangan mengambil tempat; di luar wilayah Kabupaten Magelang sehingga roda perekonomian di wilayah Kabupaten Magelang bisa berputar,” harap Punjung.
Selain itu, PHRI juga meminta pemerintah daerah membantu mempermudah proses perizinan usaha yang masih menjadi kendala bagi; sebagian pelaku usaha hotel dan restoran.
“Inilah harapan kami sebagai PHRI sehingga nantinya kerja sama dengan pemerintah bisa berjalan dengan baik,” katanya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar