Akibat Covid, Salah Satu Seniman Magelang Banting Setir Jual Jamu

BNews—MAGELANG—Akibat pandemi Covid-19 saat ini, membuat seorang seniman musik warga Magelang beralih profesi. Seniman bernama Haries Saprila, 36, beralih profesi dengan menggeluti produk jamu.

Haries merupakan warga Dusun Bayanan, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sebelum pandemi, dirinya adalah pemain musik sebuah grup band di Yogyakarta.

Namun kini, Haries lebih menekuni jamu untuk menghidupi keluarganya. ”Awalnya suka minum jamu dan dapat ilmu membuat jamu dari tetangga,” kata dia, hari ini (15/7/2020) dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan, di masa pandemi ini dunia hiburan termasuk musik telah libur total, padahal harus ada pemasukan untuk menafkahi keluarga. ”Saya harus berinovasi, kemudian muncul fikiran, mengapa jamu yang saya buat ini tidak saya pasarkan saja,” jelasnya.

Haries mengaku mulai memproduksi jamu dengan label Migunani tersebut pada pertengahan April 2020. Saat ini ada dua produk jamu yang telah dipasarkan, yakni kunyit asam dan rempah keraton.

Namun, menurutnya, yang kini lebih laris adalah jamu kunyit asam. Untuk penjualan rata-rata per hari bisa mencapai 25-35 botol dengan dua jenis ukuran botol kunyit asam, yakni botol besar 50 mililiter dengan harga Rp12.500 dan yang kecil 250 mililiter harga Rp7.500.

”Jamu kunyit asam yang diproduksi menggunakan kunyit empu, gula aren asli, asam jawa dan tanpa bahan pengawet,” imbuhnya.

”Semula penjualannya dipasarkan pada teman dan saudara, kemudian dari mulut ke mulut serta penjualan online, kini sudah menyebar bahkan ada permintaan dari Purwokerto, Jakarta, dan Malang,” sambungnya.

Tambah Haries, bahwa saat ini ada beberapa reseller yang sudah bergabung. Kemudian penghasilan dari jamu tersebut diakuinya cukup lumayan dan bisa untuk menyambung hidup.

”Seandainya nanti dunia hiburan sudah bangkit lagi, selain bermusik, kami tetap akan memproduksi jamu,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: