Ali Sastroamidjojo, Wong Asli Grabag Magelang yang Jadi Perdana Menteri Indonesia ke-8

BNews—GRABAG— Ali Sastroamidjojo adalah Perdana Menteri Indonesia ke-8 yang lahir dari kalangan keluarga bangsawan Kabupaten Magelang. Beliau ternyata lahir di Grabang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada 21 Mei 1903.

Ia terlahir dari kalangan keluarga bangsawan Kabupaten Magelang dan termasuk dalam golongan elite di Indonesia. Sejak remaja, Ali Sastroamidjojo turut aktif dalam berbagai organisasi pemuda.

Bahkan, ia juga tergabung dalam organisasi Jong Java pada tahun 1918-1922. Semasa jabatannya, Ali membuat dua kabinet, yakni Kabinet Ali Sastroamidjojo I dan Kabinet Ali Sastroamidjojo II.

Sebelumnya, Ali sempat menjabat sebagai wakil Menteri Penerangan pada; Kabinet Presidensial I, Menteri Pengajaran pada Kabinet Amir Sjarifuddin I, Amir Sjarifuddin II, serta Hatta I, dan Wakil Ketua MPRS pada Kabinet Kerja III, Kerja IV, Dwikora I, dan Dwikora II.

Ia merupakan lulusan dari Universitas Leiden di Belanda pada tahun 1927 dan mendapatkan gelar Meester in the Rechten atau Sarjana Hukum. Ali Sastroamidjojo meninggal dunia pada tanggal 13 Maret 1975 saat berusia 71 tahun.

Tahun 1945, Ali bergabung dalam organisasi Partai Nasional Indonesia (PNI). Juli 1947, Ali diangkat sebagai Menteri Pengajaran dalam Kabinet Amir Sjarifuddin dan Kabinet Hatta pada Januari 1948.

Februari 1948, Ali menjabat wakil ketua delegasi Republik Indonesia dalam perundingan bersama Belanda. Melalui perundingan Meja Bundar, Indonesia dinyatakan merdeka oleh Belanda.

Tahun 1950-1953, Ali ditunjuk sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pada 1 Agustus 1953, Ali dipercaya menduduki Perdana Menteri Indonesia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

1953-1955, Ali pemimpin Kabinet Ali Sastroamidjojo I dan tahun 1956-1957 melanjutkan Kabinet Ali Sastroamidjojo II. 1960-1966, Ali menjadi Ketua PNI selama enam tahun.

Ali Sastroamidjojo melanjutkan sekolahnya di Queen Wilhelmina School, Belanda, pada tahun 1923. Setelah itu, ia meneruskan studi hukum di Universitas Leiden di Belanda dan lulus dengan gelar Sarjana Hukum tahun 1927.

Selama menempuh pendidikan di Belanda, ia aktif dalam organisasi Perhimpunan Indonesia. Saat itu, Ali kerap menuliskan beberapa artikel hingga Belanda murka.

Maka dari itu, Ali ditangkap dan ditahan oleh pihak Belanda pada September 1927. Ia ditangkap bersama tiga tokoh lainnya, yaitu Mohammad Hatta, Abdoel Madjid Djojoadhiningrat dan Pamontjak.

Ketika itu, Ali dituduh memprovokasi orang-orang untuk ikut memberontak pihak kolonial. Ali Sastroamidjojo dibebaskan setelah enam bulan dipenjara, kemudian ia kembali ke Jawa pada 1928.

Sampainya di Jawa, ia bertugas pada Komite Eksekutif Partai Nasionalis Indonesia yang dipimpin Soekarno. Partai tersebut berdiri dengan tujuan untuk menggulingkan Belanda. (ifa/han)

Sumber: Tribun

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: