Vita Ervina Dorong Program Bangga Kencana untuk Tekan Stunting di Magelang
- calendar_month 52 menit yang lalu

BKKBN dan DPR RI Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Kabupaten Magelang
BNews-MAGELANG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN); bersama mitra kerja Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, S.E., M.B.A., menggelar; kegiatan Sosialisasi Bangga Kencana kepada masyarakat Kabupaten Magelang di Galah Living Mertoyudan, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 peserta dari unsur Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang dan PKK Kecamatan se-Kabupaten Magelang. Sosialisasi difokuskan pada penguatan kolaborasi penurunan angka stunting, pembangunan keluarga, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Ketua Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Dian Ekawati Grengseng Pamuji mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah; BKKBN, DPR RI, serta berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Magelang.
“Harapannya angka stunting di Kabupaten Magelang semakin menurun dan gerakan cegah stunting bisa semakin disosialisasikan; di masyarakat terutama untuk kader-kader desa, untuk tim pendamping keluarga dan mudah-mudahan kolaborasi ini bisa dengan signifikan menurunkan angka stunting di Kabupaten Magelang,” katanya.
Ia menyebutkan, selain persoalan stunting, Kabupaten Magelang juga masih menghadapi sejumlah persoalan sosial lain seperti pernikahan dini hingga kasus perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian bersama.
“Pastinya ada ya, pernikahan dini dan permasalahan keluarga, kasus-kasus perempuan dan anak pasti akan menjadi perhatian Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dian juga menyampaikan optimismenya terhadap dukungan pemerintah pusat; melalui kemitraan dengan DPR RI, khususnya Vita Ervina sebagai Anggota Komisi IX DPR RI.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (DISINI)
“Insya Allah program-program untuk kesejahteraan keluarga, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga insya Allah; beliau kami ajak untuk mendukung, men-support sehingga terwujud program pembangunan keluarga, bahagia, sejahtera untuk keluarga, khususnya di Kabupaten Magelang,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Bella Pinarsih menambahkan, angka stunting di Kabupaten Magelang mengalami penurunan dari sebelumnya 18 persen menjadi 15 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal positif untuk mengejar target nasional penurunan stunting hingga di bawah 14 persen.
“Sebelumnya 18 persen, sekarang turun menjadi 15 persen. Target nasional di atas 14 persen. Kami optimis insya Allah dengan gerakan kolaborasi yang didukung oleh Bapak Bupati kami untuk semua komponen termasuk dukungan dari DPR RI, termasuk DKKPR Provinsi Jawa Tengah, dan semua komponen akan mendukung target penurunan stunting,” jelasnya.
Bella mengatakan, upaya percepatan penanganan stunting dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta pendekatan kolaboratif berbasis keluarga dan masyarakat.
“Semua sesuai peran dinas masing-masing, tidak hanya di bidang kesehatan, tapi juga pola asuh, pendidikan orang tua, dan pemahaman perilaku keluarga serta masyarakat sekitar,” katanya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (DISINI)
Ia menjelaskan, penyebab stunting tidak hanya berasal dari faktor kesehatan, melainkan dipengaruhi banyak aspek yang harus ditangani secara bersama-sama.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Magelang juga mulai menjalankan proyek percontohan penanganan stunting di Desa Krincing, Kecamatan Secang.
“Nanti akan terintegrasi melalui dashboard Diskominfo sehingga akan terlihat siapa berbuat apa dan apa yang menjadi kendala di lapangan,” terangnya.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai diarahkan untuk mendukung pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga balita.
“Program MBG ini tidak hanya menyasar balita stunting, tetapi sejak ibu hamil, ibu dengan risiko tertentu hingga balita mendapat asupan gizi yang didampingi tim pendamping keluarga,” jelas Bella.
Pemerintah Kabupaten Magelang juga mendorong pemenuhan kebutuhan protein hewani melalui kolaborasi lintas dinas, termasuk dukungan dari Dinas Peternakan.
“Faktor penyebab stunting salah satunya kekurangan protein hewani. Maka seluruh OPD kita kolaborasikan sesuai anggaran masing-masing untuk mendukung penanganan stunting,” ujarnya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, S.E., M.B.A. menegaskan, DPR RI terus mendukung program-program BKKBN dalam upaya menekan angka stunting nasional.
“Karena tentunya kami sebagai DPR RI Komisi Sembilan mengharapkan agar angka stunting ini bisa turun. Maka kolaborasi ini yang kemudian bisa terus diperbanyak sehingga lebih tepat sasaran,” kata Vita.
Menurutnya, program Bangga Kencana harus terus diperluas agar semakin dikenal masyarakat dan mampu menjangkau keluarga yang membutuhkan pendampingan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (DISINI)
“Kita bisa bersama-sama menurunkan angka stunting dan mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Vita juga menyoroti tantangan efisiensi anggaran yang saat ini dihadapi berbagai kementerian dan lembaga. Karena itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci agar program tetap berjalan efektif.
“Kita intinya terus mengawasi program-program yang ada dan mendukung kegiatan-kegiatan di kabupaten. Harapannya program-program ini bisa diperbanyak dan anggarannya juga bisa ditambah sehingga penurunan stunting bisa terus berjalan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sebagai pemateri Sekretaris Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Al-Khafid Hidayat, S.Pd.I., serta Kabid Pengendalian Penduduk Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Vidya Nirmala, SKM., M.Kes.
Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta serta pengundian doorprize. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar