Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » AMAN !!! Tingkat Inflasi Di Kabupaten Magelang Masih Terkendali

AMAN !!! Tingkat Inflasi Di Kabupaten Magelang Masih Terkendali

  • calendar_month Sel, 25 Okt 2022

BNews–MAGELANG-– Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas pada barang lainnya.

Kabar terbaiknya, tingkat inflasi di Kabupaten Magelang saat ini masih terkendali. “Hal tersebut berkat kerjasama antar lembaga; baik TNI, Polri, BPS, Bulog, Dinas Perdagangan dan beberapa lembaga terkait lainnya termasuk Dinas Pertanian dan Pangan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi di daerah secara virtual di Ruang Command Center Setda Kabupaten Magelang, Senin (24/10/2022).

Adi mengatakan, secara nasional angka inflasi di Indonesia saat ini berada di angka 5,59. Sementara untuk di Kabupaten Magelang sendiri masih terkendali karena telah melakukan langkah-langkah antara lain dengan mengalokasikan dana BTT (belanja tidak terduga) untuk Bansos atas dampak kenaikan BBM.

“Dengan dana itu kita bisa memberikan kontribusi agar inflasi di Kabupaten Magelang terkendali,” ungkap, Adi Waryanto.

Adi menjelaskan untuk inflasi di Jawa Tengah hanya ada di 6 wilayah yang dihitung oleh BPS dan tidak termasuk di Kabupaten Magelang. Antara lain Cilacap, Purwokerto, Kudus, Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kota Tegal.

Sesuai arahan dari BPS angka inflasi di Kabupaten Magelang ini rujukannya adalah di Purwokerto. Yang menurut BPS karakteristik perekonomiannya mirip dengan Kabupaten Magelang.

“Dan di Purwokerto ini angka inflasinya cukup baik. Jadi angkanya turun dan cukup bagus di bulan September ini,” jelas, Adi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Lebih detail Adi menerangkan, dengan adanya inflasi ini akan sangat berdampak pada ketersediaan bahan pangan dan bahan pokok sehingga nilai ataupun harganya pun akan mengalami kenaikan dan akan mempengaruhi daya beli masyarakat, termasuk kenaikan harga BBM.

“Jangan sampai nanti daya beli masyarakat lemah dan harapannya kelompok-kelompok tertentu bisa mendapatkan Bansos seperti kalangan transportasi, peternak, petani ikan,” katanya.

Terkait adanya inflasi ini, Adi menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Magelang pada khususnya; karena Kabupaten Magelang memiliki karakteristik pada pertanian maka diharapkan untuk terus meningkatkan produksi hasil-hasil pertanian yang ada; baik itu pangan ataupun komoditas yang lain.

Untuk masyarakat yang memiliki halaman yang terbatas bisa memanfaatkan sistem hidroponik, memanfaatkan polibag; dan sebagainya untuk menanam tanaman pangan yang tidak perlu memakan tempat/ lahan yang luas.

“Sehingga paling tidak bisa memproduksi sendiri, seperti menanam cabai dan yang lainnya,” himbau, Adi. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less