Ambulan Pengangkut Jenazah Kecelakaan di Salaman, Satu Meninggal

BNews—SALAMAN— Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Magelang-Purworejo tepatnya di Dusun Kragilan, Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, Jumat (5/4). Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan sebuah truk ambulan yang mengangkut jenazah oleng menabrak pohon. Dari empat orang penumpang yang mengantar, satu korban meninggal dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Kanit Laka Polres Magelang. Ipda Abdul Rahman Vigra mengatakan, mobil ambulan dengan nomor polisi H 9167 RZ mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.45 WIB. Mobil jenis colt tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Magelang menuju Purworejo.

Advertisements


”Mobil pengantar jenazah yang mengalami kecelakaan lalu lintas dikemudikan Siwan warga Semarang. Rombongan hendak mengantar jenazah dari Semarang menuju Kebumen,” terang Abdul.


Dirangkum dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan beberapa saksi, mobil ambulan sempat mendahului beberapa kendaraan dari lajur kanan. Padahal terdapat rambu garis marka jalan tanpa putus yang diartikan kendaraan dilarang menyalip.

”Pada saat di lajur kanan dari arah berlawanan sopir ambulan membanting ke kiri dan menabrak pohon,” katanya.

Keterangan senada diutarakan salah satu saksi mata, Hendri yang mengaku melihat mobil tersebut melaju kencang dan berusaha menyalip beberapa kendaraan di depannya. Tepat di Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman mobil kehilangan kendali sesaat setelah mencoba menghindari sebuah truk besar dari arah berlawanan.

”Tadi mobilnya cukup kencang. Akhirnya nabrak pohon dan masuk ke parit. Depannya ringsek,” kata dia.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berlarian menghampiri korban. Mereka menyelamatkan penumpang yang terjebak di badan mobil. Tidak berselang lama tim pemadam kebakaran bersama Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang meluncur ke lokasi.

Kembali diutarakan Abdul, terdapat empat orang di dalam mobil. Diantaranya sopir atas nama Iwan Firgiawan, 35; kernet Isyono, 55; anggota keluarga Astuti, 43 dan Caroline, 20. Satu jenazah yang diangkut diketahui merupakan ibu dari Astuti.

”Sopir dan kernet yang mengalami luka kecil. Sedang Michael sempat terjepit dengan luka patah kaki. Ketiganya di depan. Astuti di kursi belakang mengalami luka parah tapi meninggal sesaat setelah dilakukan evakuasi,” paparnya.

Diterangkan Komandan Damkar, Heri Prawoto, dalam proses evakuasi pihaknya harus mengerahkan sejumlah alat khusus guna mengeluarkan korban yang terjepit.

”Mobil kita gergaji untuk mengeluarkan korban. Proses evakuasi hampir setengah jam. Korban langsung kita larikan ke rumah sakit terdekat,”terang dia. (magang1/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: