Anak Tujuh Tahun Asal Grabag Magelang Dinikahi Seorang Tokoh Masyarakat

BNews—GRABAG— Seorang gadis berusia tujuh tahun asal Grabag Kabupaten Magelang dinikahi seorang tokoh masyarakat asal Kabupaten Semarang. Kasus ini, kemudian dilaporkan oleh Komnas Perlindungan Anak (KPA) Jateng ke Polda Jawa Tengah.

“Kami mendapatkan informasi tersebut, dan akhirnya 21 Februari 2020 kemarin melaporkan hal tersebut ke Polda Jateng,” jelas Ketua Komnas Perlindungan Anak Jateng, Endar Susilo, siang tadi (13/3/2020).

Menurutnya, sejatinya, pernikahan itu sudah digelar sejak 2007 lalu. Saat sang anak masih berusia tujuh tahun. “Sekarang anak itu sudah berusia 10 tahun,” kata dia.

Namun, kata dia, meski telah menikah keduanya tidak hidup serumah. Sang anak masih tinggal bersama orang tuanya di Grabag Magelang. “Pernikahannya siri,” kata dia.

Menurutnya, gadis itu kini masi bersatus pelajar. “Kami mengecek dan bertemu orangtua saja karena anaknya berada di dalam rumah,” jelasnya seperti dikutip di laman tribunews.com.

Dia mengaku Komnas Perlindungan Anak Jateng sudah dua kali mengunjungi rumah korban.

Hanya saja dari dua kali kunjungan di Grabag, Magelang, pihaknya hanya bertemu orangtua korban saja.

Meski menganut asas praduga tak bersalah, dia mengatakan pernikahan itu dianggapnya merugikan karena perempuan itu dianggap masih memiliki masa depan yang panjang. “Kami takutkan hal itu membuat si perempuan menjadi tidak mau bersosialisasi dengan orang lain,” papar dia.

Endar ingin agar kepolisian dapat bekerja semaksimal mungkin mengungkap kasus tersebut.

Ia menilai pelaku kejahatan terhadap anak dapat dijerat UU no. 23 tahun 2002, yang diperbarui UU no. 35 tahun 2014 tengang perlindungan anak. “Kami ingin pelaku pernikahan anak di bawah umur itu bisa mendapat hukuman yang setimpal,” jelasnya. (wan/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: