IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Apa Kabar Pembangunan Bendungan Pasuruan Mertoyudan ? Ini Penjelasannya

BNews—MERTOYUDAN—Progres pembangunan Bendungan Pasuruhan di Mertoyudan masih berhenti sampai saat ini. Namun, program itu telah menelan anggaran Rp 1,2 miliar untuk penyusunan analis dampak lingkungan (amdal). 

Penyusunan amdal ini sendiri sudah selesai dilakukan sejak 2018 lalu oleh Abad Dua Satu Konsultan Teknik dengan nilai kontrak Rp 1,2 miliar. Dokumen amdal saat ini diserahkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak selaku pemegang kebijakan pembangunan Bendungan Pasuruhan.

Amdal sendiri merupakan suatu kajian mengenai dampak positif dan negatif dari suatu rencana kegiatan/proyek. Hasilnya dipakai pemerintah dalam memutuskan apakah suatu kegiatan/proyek Iayak atau tidak Iayak Iingkungan.

Penelusuran borobudurnews dalam sejumlah dokumen pengadaan di kementrian belum ditemukan rencana lanjutan pembangunan bendungan pasuruan ini. Namun, dalam dokumen rencana kerja pemerintah di Jawa Tengah, dokumen pembangunan bendungan pasuruan muncul.

Loading...

Namun, pembangunan ini, masuk ke dalam prioritas ketiga. Sehingga, bisa dilaksanakan setelah prioritas lain yang lebih utama dilakukan. 

Sebelumnya, Kabid Pelaksana BBWSSO Modesta mengatakan, pembangunan bendungan itu tujuan utamanya untuk menyuplai 1.100 liter/detik air baku di wilayah Kota Yogyakarta. Namun demikian, Kabupaten Magelang juga akan banyak mendapatkan manfaat. Di antaranya, menyediakan air irigasi untuk sekitar 800 hektare lahan pertanian.

Dokumen Rencana Program Kerja Pemerintah di Jawa Tengah. (Foto : Dok)

Kemudian air baku di Kecamatan Borobudur, Mungkid dan Muntilan sekitar 500 liter/detik. Juga untuk cadangan air saat musim kemarau dan untuk mempertahankan debit air tanah (sumur) di sekitar bendungan. (bn1/jar) 

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: