Asal Memuji Anak Bisa Membuatnya Jadi Penakut, ini Penjelasannya

BNews–TIPS– Melihat anak kita cantik dan berprestasi atau hal baik lainnya, membuat orang tua sering memberikan beraneka ragam pujian. Namun ternyata tidak semua pujian tersebut baik diterima oleh seorang anak.

Pujian juga dapat memberikan dampak buruk jika asal memuji anak. Hal ini seperti yang diungkap oleh psikolog Rumah Sakit Melinda 2 Bandung, Ifa Hanifah Misbach.

“Pujian juga bisa menjadi toxic ketika tidak mengandung hal yang spesifik untuk anak. Beda sama dukungan, itu tindakan mendorong untuk melakukan perilaku positif. Kalau pujian bentuknya hanya sesaat dan belum tentu spesifik,” ujar dia dilansir Suara.com.

Ia menekankan bahwa yang utama adalah memberikan dukungan bukan pujian yang tak spesifik. “Contohnya, kamu cantik, kamu hebat, kamu pintar,” ucap dia.

Ketiga kalimat pujian itu disampaikan tak spesifik dan tidak menjelaskan alasan anak dibilang pintar, hebat, dan lain sebagainya. “Kalau spesifik, ‘terima kasih adik setiap tumpah air sudah ambil lap sendiri di lemari dan keringkan sendiri,” tambah dia.

“Sebaliknya, anak yang selalu mendapat dukungan baik di saat sulit dan diberikan apresiasi, dia akan berani ambil risiko karena tahu tidak akan salah atau disalahkan dan bisa termotivasi. Coba hal baru bahkan inisiatif berkontribusi,” tukas dia.

Ia menjelaskan, salah satu dampak buruk ketika memuji anak tak spesifik adalah buah hati menjadi tak berani mengambil risiko. Awas, Kulkas Bisa Meledak Kalau Minuman Ini Disimpan di Freezer.

Loading...

Hal ini dikarenakan sang anak takut disalahkan dan tak mendapatkan pujian itu kembali. Alhasil, anak akan takut untuk menjadi bocah yang berkembang.

Seperti dilaporkan situs parenting.co.id, berdasarkan penelitian yang dilakukan psikologi dari Universitas Stanford, Amerika Serikat, Carol S Dweck, memberi pujian terkait kecerdasan anak juga akan membuat mereka kurang tahan banting dalam menghadapi tantangan.

Penelitan yang juga menyasar anak kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu mengungkap, siswa yang dipuji atas usahanya akan sangat bekerja keras meski melakukan kesalahan. Berbeda dengan siswa yang dipuji hanya kecerdasannya saja, hasilnya mereka akan berkecil hati dan melihat kesalahannya sebagai tanda kegagalan.

Masih dari parenting.co.id, tingkat kecerdasan anak-anak akan menurun 20 persen jika hanya dipuji atas kecerdasannya saja. Lain halnya dengan orang tua yang memuji anak atas usahanya, yakni jauh meningkat sebanyak 30 persen. (*/islh)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: