Badan Otorita Borobudur Gencar Beri Pelatihan AKB Pariwisata

BNews—SAWANGAN— Mendukung pertumbuhan perekonomian melalui pariwisata, Badan Otorita Borobudur (BOB) melaksanakan serangkaian kegiatan terkait pemulihan aktivasi tempat wisata. Ada tiga Desa wisata di Magelang yang terlibat dalam kegiatan pelatihan hari ini di DTW Ketep Pass Sawangan (17/9/2020).

Kegiatan pelatihan tersebut yakni meliputi sosialisasi kebijakan daerah, implementasi protokol Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), penghitungan carrying capacity, alur wisatawan; pemetaan, zonasi wisatawan, visitor management di Destinasi dan verifikasi kesiapan pengelola dalam menyambut AKB.

Rencananya akan ada 7 titik lokasi pelatihan di Jateng yang mengikuti kegiatan yang digelar BOB tersebut. Dan untuk hari ini ada di tiga Desa Wisata yaitu Banyuroto, Ketep Pass, dan Wulunggunung selama tiga hari. Dan selanjunyat hingga tanggal 27 September pendampingan SOP di lapangan.

Dalam Pembukaan kegiatan tersebut, Direktur Utama BOB, Indah Juanita menyampaikan, bawah kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan SDM Pariwisata. “Tentunya untuk mengahadapi Adaptasi Kebiasaan Baru ( AKB ) di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, katanya.

Selain itu, lanjutnya BOB juga telah memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam menunjang implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru kepada pengelola Desa Wisata. “Kami juga telah berkordinasi dengan Kementrian PUPR terkait infrastruktur serta lembaga terkiat untukr bisa mencapai kesana,” imbuhnya.

Para Pejabat BOB dan Dinas terkait di Ketep Pass (17/9/2020)-(Foto: bsn)
Para Pejabat BOB dan Dinas terkait di Ketep Pass (17/9/2020)-(Foto: bsn)

Menurut Indah, Protokol kesehatan yang telah disusun dalam AKB Pariwisata perlu disosialisasikan agar para pelaku wisata bersiap. “Jadi pemenuhan protokol tersebut akan dikawal agar sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan. Sehingga akan meningkatkan rasa kepercayaan kepada wisatawan saat berkunjung ke daya tarik wisata”, ujarnya.

Loading...

Indah juga menekan bahwa BOB senidir menekankan singkronisasi semua wilayah koordinatif mereka. “Kita ada tiga wilayah Kordinatif yakni Borobudur-Jogja, Semarang-Karimun Jawa dan Solo-Sangiran. Dimana meliputan 29 Kabupaten/Kota sehingga wajib mengusakan bagaimana pariwisatanya tumbuh,” tegasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Disporapar Provinsi Jateng ,Purwanto meminta pihak BOB agar fokus di kawasan Borobudur terlebih dahulu baru ke koordinatif lainnya. “Hal ini karena Borobudur kita siapkan untuk Internasional. Disamping yang lain untuk pemulihan dan aktivasi ini, kita yakinkan dulu bahwa di Borobudur itu savety untuk wisatawan manca negara,” katanya.

Terkait Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN), ia mengaku pihaknya telah menyiapankan infratruktur untuk mendukung kegiatan pariwisata. “Provinsi sudah menyiapkan beberapa infrastruktur seperti koridor bus trans jateng yang menghubungkan beberapa kabupaten. Hal ini temasuk infrastruktur lain,” terangnya.

Purwanto menyampaikan rencana terdekatnya terkait pariwisata adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat. “Memulihkan kepercayaan masyarakat dulu, lalu menyiapakan hidup sehat bagaiamana caranya supaya semua lini masyarakat dapat betul-betul menerapakan protokol kesehatan,”pungkasnya. (bsn/magang)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: