Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bakal Dapat Rumah dan Sertifikat Gratis, Warga Terdampak Tanah Gerak Tegal Diminta Segera Relokasi

Bakal Dapat Rumah dan Sertifikat Gratis, Warga Terdampak Tanah Gerak Tegal Diminta Segera Relokasi

  • calendar_month Jum, 6 Feb 2026

BNews-JATENG– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka; menemui warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat (6/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menegaskan relokasi menjadi langkah utama karena kawasan permukiman lama dinilai sudah tidak layak dihuni.

Wapres Gibran dan Gubernur Ahmad Luthfi tiba di posko pengungsian yang berada di rumah warga sekitar pukul 10.27 WIB; seusai meninjau langsung lokasi permukiman Desa Padasari yang terdampak pergerakan tanah.

Keduanya duduk di tengah warga yang memadati ruangan sempit, dikelilingi tumpukan barang-barang evakuasi seperti kasur, karung logistik, dan perlengkapan rumah tangga yang berhasil diselamatkan.

Dalam suasana pengungsian yang padat tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan arahan kepada warga.

Ia meminta masyarakat tidak lagi memikirkan rumah maupun harta benda yang berada di lokasi rawan.

“Bapak Ibu tidak usah memikirkan rumah yang di sana. Tanahnya masih bergerak dan sangat berbahaya. Barang-barang nanti akan kami amankan dan dipindahkan,” ujar Luthfi di hadapan warga.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ia menegaskan relokasi dilakukan demi keselamatan bersama. Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan hunian sementara hingga hunian tetap yang dilengkapi sertifikat kepemilikan.

“Sertifikat nanti akan diurus. Ibu Bapak tidak perlu khawatir, akan dapat rumah berikut sertifikatnya,” katanya.

Penegasan serupa disampaikan Wapres Gibran. Ia mengaku telah melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang rusak parah, bahkan jalan desa yang terbelah akibat pergerakan tanah.

“Tadi saya lihat langsung rumah-rumahnya, jalannya terbuka. Itu sangat berbahaya. Mohon jangan kembali ke sana,” kata Gibran.

Di tengah kerumunan warga, Wapres juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, serta penyandang disabilitas. Ia memastikan kebutuhan dasar mereka harus terpenuhi selama masa pengungsian.

“Kita prioritaskan keselamatan. Makan harus tercukupi, obat-obatan tersedia, dokter dan bidan standby 24 jam,” ujarnya.

Selain itu, Gibran meminta pendataan dilakukan secara detail, termasuk bagi warga yang berprofesi sebagai petani dan peternak agar mata pencaharian mereka ikut diperhitungkan dalam proses relokasi.

“Yang bertani, beternak, lahannya berapa, ternaknya apa, semua dicatat. Jangan sampai ada yang tertinggal,” tegasnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Pemerintah pusat dan daerah sepakat relokasi menjadi langkah yang tidak bisa ditawar, mengingat pergerakan tanah di Desa Padasari masih berlangsung dan berpotensi membahayakan warga jika kembali ke lokasi lama.

Salah seorang warga Desa Padasari, Kailah, mengaku siap untuk pindah tempat tinggal. Menurutnya, wilayah tersebut memang rawan tanah gerak dan kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Ia berharap solusi terbaik dari pemerintah dapat diterima seluruh warga.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp338.035.551. Bantuan tersebut terdiri atas logistik makanan dan nonmakanan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp35.200.000 dan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp212.068.980.

Selain itu, bantuan juga disalurkan berupa beras sebanyak dua ton senilai Rp27 juta melalui Dinas Ketahanan Pangan, obat-obatan senilai Rp11.766.571 dari Dinas Kesehatan, serta seragam dan perlengkapan sekolah senilai Rp52 juta dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp120 juta untuk rumah warga terdampak bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal.

Data sementara mencatat bencana tanah gerak ini berdampak pada 464 unit rumah warga, dengan rincian 205 unit rusak berat, 174 unit rusak sedang, dan 85 unit rusak ringan. Jumlah pengungsi mencapai 1.686 jiwa yang tersebar di sejumlah titik pengungsian. (*)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less