Balai Konservasi Simulasi Wisata Zona Satu Komplek Candi Borobudur

BNews–BOROBUDUR– Simulasi pelayanan wisata di zona 1 Komplek Candi Borobudur digelar oleh Balai Konservasi Candi Borobudur kemarin siang (26/6/2020). Hal itu guna menyambut wisatawan pada era normal baru.


Pelaksana Tugas Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB)Tri Hartono mengatakan simulasi diikuti antara lain para pegawai BKB dan wisatawan yang berkunjung saat itu. Dalam simulasi ini para pengunjung yang akan naik ke zona I, maksimum 20 orang, harus dipandu oleh seorang pemandu.

”Setelah terdapat 140 pengunjung di zona I, maka pengunjung di zona II yang akan naik ke zona I distop terlebih dulu. Hal itu sambil menunggu ada wisatawan yang turun,” katanya.

“Pengunjung hanya sampai pelataran candi saja, belum bisa naik ke candi, karena kita tahu lorong-lorong di candi jaraknya sangat dekat. Sehingga kalau untuk menghindari jarak antara pengunjung satu dengan lainnya harus satu meter sangat sulit,” paparnya.

Dia mengaku hal itulah yang menjadi permasalahan mereka. “Sehingga pengunjung hanya bisa di halaman candi yang biasa untuk pradaksina,” imbuhnya.

Menurut dia, para pengunjung harus disertai pemandu, meskipun mereka hanya berkunjung di halaman candi. “Dengan adanya pemandu, meski hanya di halaman mereka dapat memahami sejarah Candi Borobudur. Serta memahami bagaimana upaya pelestarian cagar budaya ini,” ujarnya.

Tri Hartono berharap, para pemandu bisa mengatur dan menertibkan wisatawan yang dibawanya. Sehingga pengunjung bisa berperilaku baik terhadap lokasi wisata budaya tersebut.

“Berperilaku baik terhadap candi sehingga kerusakan-kerusakan akibat ulah manusia. Biasa yang terjadi seperti coretan-coretan, menempelkan permen karet pada batu itu bisa dihindari sedini mungkin,” ungkapnya.

Loading...
DOWNLOAD MUSIK LATHI DLL (KLIK DISINI)

Dia juga berharap kepada pengunjung dapat menikmati cerita-cerita di relief Candi Borobudur yang diceritakan oleh pemandu. Atau dapat melihat relief-relief yang ada secara virtual, baik di Balai Konservasi maupun di PT Taman Wisata Candi.


Tri menyampaikan kalau pandemi COVID-19 ini sudah reda atau tidak ada lagi permasalahan dengan pengaturan jarak antarpengunjung, maka kawasan wisata ini akan dibuka seperti biasa dengan menaati kapasitas bangunan candi. 

Seperti diketahui, kapasitas bangunan Candi Borobudur ini maksimal sekitar 128 orang dengan per sesi sekitar 60 menit. Sedangkan kapasitas di halaman candi mencapai 500 orang.

Simulasi ini, lanjutnya menggunakan mekanisme pembukaan lokasi kegiatan umum yang diminta Pemkab Magelang. Dan tentunya dinilai oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang.

Meski demikian, untuk pembukaan zona I untuk wisatawan, Tri menuturkan masih menunggu rekomendasi. Jika ada surat rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang baru berani.

“Hari ini kami sudah mengirimkan surat ke tim Gugus COVID-19 Kabupaten Magelang. Dan seandainya malam ini sudah dapat izin besok zona I akan dibuka untuk umum,” katanya.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Magelang Sony mengaku siap menjalankan kebijakan. Nanti satu pemandu yang akan menyertai 20 pengunjung naik ke zona I.

“Kami sudah menyiapkan sekitar 80 anggota HPI, setiap hari standby di Candi Borobudur sekitar 35-50 orang,” tandasnya. (*/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: