Bangunan Irigasi Tua Peninggalan Kolonial Belanda di Sudut Kota Magelang
- calendar_month Jum, 13 Okt 2023

irigasi peninggalan kolonial Belanda di Kota Magelang
BNews-MAGELANG- Kota Magelang menyimpan banyak peninggalan bangunan bersejarah yang berasal dari jaman kolonial Belanda.
Salah satu peninggalan tersebut adalah Boog Kotta Leideng, sebuah bangunan saluran air kota. Bangunan ini masih berdiri kokoh meski telah mengalami perbaikan, tetapi tetap mempertahankan bentuk aslinya.
Air yang mengalir ke Kota Magelang berasal dari Kali Manggis, Kampung Pucangsari, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara. Kali Manggis sendiri dibangun pada tahun 1857 dan mampu mengaliri sekitar 625 bahu sawah.
Saluran air kota Magelang memiliki panjang sekitar 6,5 kilometer, dimulai dari Kali Manggis dan berakhir; di Kampung Jagoan, Kelurahan Jurangombo, Kecamatan Magelang Selatan.
Saluran air ini terkenal karena memanfaatkan energi gravitasi, sehingga bentuknya melengkung dan mengalir dari tempat yang tinggi ke rendah.
Dulu, saluran air ini disebut dengan nama Fly River atau Aqua Duct oleh masyarakat priyayi dan Pemerintah Kolonial Belanda.
Di Kota Magelang terdapat tiga bangunan saluran air yang dibangun oleh Belanda. Karena bentuknya yang melengkung, warga menyebutnya dengan “Plengkung”.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Ada beberapa plengkung di Magelang. Yang pertama terletak di Jalan Piere Tendean, didirikan pada tahun 1883 dengan tinggi 7 meter dan lebar 6 meter. Plengkung ini merupakan bangunan Plengkung tertua.
Selanjutnya, ada plengkung di Jalan Ade Irma Suryani dengan tinggi 7 meter dan lebar 6 meter. Pada salah satu dindingnya terlihat tahun pembangunan yaitu pada tahun 1920.
Plengkung ketiga terletak di Jalan Daha atau Tengkon. Dibangun pada tahun 1893 dengan ukuran lebih kecil, tinggi 6 meter dan lebar 5 meter.
Plengkung yang terletak di Jalan Daha memiliki keunikan karena terdapat terowongan di bawahnya. Terowongan tersebut digunakan untuk pejalan kaki dan kendaraan bermotor.
Karena usia dan bentuk bangunannya, Plengkung kini termasuk dalam benda cagar budaya di Kota Magelang yang perlu dilindungi dari kerusakan. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar