Kenalkan Iket Jingkengan Khas Magelang, Disparpora Gelar Pelatihan
- calendar_month Ming, 28 Nov 2021

Pelatihan pembuatan "Iket Jingkengan" di Pendopo TIC Borobudur, 25-26 November 2021. (foto: istimewa)
BNews—MAGELANG— Disparpora Kabupaten Magelang menggelar pelatihan pembuatan “Iket Jingkengan” di Pendopo TIC Borobudur, 25-26 November 2021. Nampak sejumlah warga sedang melipat-lipat kain batik yang sudah dipotong dan ada juga yang menjahit kain yang sudah dilipat sedemikian rupa.
”Kegiatan ini tentunya berhubungan dengan ekonomi kreatif, pengembangan ekonomi. Serta pengembangan potensi SDM pariwisata ekonomi kreatif di sektor fashion,” kata Kepala Seksi Kelembagaan Disparpora Kabupaten Magelang, Anis Latifah.
Anis menjelaskan, nantinya output dari pelatihan ini, termasuk dalam rangka peningkatan ekonomi kreatif dalam bidang souvenir atau oleh-oleh di Kabupaten Magelang.
“Para pelatihnya ini kita datangkan dari Yogyakarta yang tahu betul bagaimana membuat iket. Termasuk ada praktisi dari Kabupaten Magelang, Dedi Panggung yang sudah mahir dalam bidangnya,” jelasnya.
Dia pun berharap, 45 peserta pelatihan ini nantinya bisa menjadi pelatih dan menularkan ilmunya di lingkungan masing-masing. Sehingga Iket Jingkengan bisa menjadi ciri khas iket di Kabupaten Magelang.
“Peserta sebanyak 45 orang, termasuk disini kami libatkan generasi milenial. Kami sebagai staff Disparpora juga ikut belajar ini,” terangnya.
Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)
Salah satu pelatih pembuatan Iket Jingkengan, Dedi Panggung Suprabowo mengatakan, jika iket yang dibuatnya tersebut berbeda dari iket pada umumnya. Bukan gaya Yogyakarta maupun Surakarta.
“Ini kita mengaplikasikan bagaimana orang dulu memakai iket. Namun kalau sekarang memakai iket secara manual kan ribet. Makanya kita buat iket yang langsung pakai. Uniknya ini bukan gaya Yogyakarta maupun Surakarta. Ini gaya Magelang,” kata Dedi.
Iket Jingkengan tersebut menyerupai blangkon namun dibelakang kepala tidak terdapat “Monthol” atau benjolan seperti pada umumnya blangkon yang ada. Dan modelnya juga lebih sederhana.
“Dulu ini merupakan permintaan dari Kepala Disparpora. Beliau menginginkan ada iket yang berciri khas Kabupaten Magelang sehingga dapat digunakan oleh ASN juga di setiap tanggal 22,” lanjutnya.
Dedi berharap seluruh peserta nantinya dapat membuat Iket Jingkengan dengan baik walaupun masih dalam tingkat dasar. Terlebih nantinya Iket Jingkengan tersebut kelak dapat dipasarkan dan dapat meningkatkan perekonomian peserta. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar