Banyak Desa Berlomba Jadi Desa Wisata, Padahal Belum Tentu Berpotensi

BNews–MAGELANG– Dunia wisata mungkin memang banyak dipandang menjadi salah satu pilihan yang menguntungkan bagi sebuah Desa. Banyak Desa yang mengikrarkan menjadi sebuah Desa Wisata akhir akhir ini.

Guru Besar UGM,  Prof Ir Wiendu Nuryanti menyatakan, sekarang ini desa lagi berlomba-lomba mengembangkan desanya menjadi desa wisata. Padahal, katanya tidak semua desa mempunyai potensi wisata. Mestinya, identitas desa menjadi jantung pembangunan desa.

“Data dan potensi yang dimiliki desa, menjadi pegangan yang disusun dalam master plan,” kata Wiendu Nuryanti pada sosialisasi empat pilar kebangsaan, di Hotel Atria Magelang, Kamis (8/4-2021).

Menurut Wiendu, sekarang ini jantung pembangunan ada pada desa, dengan mendata potensi yang dimiliki oleh desa untuk dituangkan dalam master plan.

Namun demikian, master plan harus dibahas berdasarkan aspirasi masyarakat.”Membangun desa harus berdasarkan rembuk desa,” ujarnya.

Karena, master plan sebagai pegangan pembangunan desa, disusun melalui proses perencanaan yang baik berdasarkan data dan potensi desa. Untuk itu, dalam melaksanakan master plan, harus mengacu pada aturan yang sudah ada.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Ir Sudjadi menambahkan, aspirasi rakyat untuk pembangunan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan desa, menjadi tulang punggung pengembangan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Direktur PSD Ditjen PDP Kemendes PDTT, Bito Wikantosa,  pendataan dan pemetaan potensi desa sangat penting. Peta potensi dan aset yang dimiliki desa, dapat membantu peningkatan pembangunan desa.

“Kemampuan kepala desa  juga menjadi kunci keberhasilan  dalam mengelola aset desa, dan menentukan kemajuan desa,” tambahnya. (ali subchi)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: