Barang Bukti Uang Kasus Korupsi PTSL Wriginputih Sudah Dikembalikan Lewat Pemdes

BNews–MAGELANG-– Kasus korupsi PTSL Desa Wringinputih Kecamatan Borobudur telah selesai, setelah 3 tersangka diputusan hukumannya beberapa waktu lalu. Dan kini barang bukti kasus tersebut juga sudah dikembalikan kepada pihak Pemdes Wiringiputih.

Pengembalian barang bukti tersebut berlangsung kemarin (2/6/2021) di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang. Dal hal ini melalui Seksi Tindak Pidana Khusus.

“Pada kesempat itu telah mengembalikan Barang Bukti yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Hal ini sesuai dengan Putusan Pengadilan  Tindak Pidana Korupsi pada PN Semarang No. 82/pid.sus.TPK/2020/PN.Smg; Tanggal 19 April 2021, tentang Program PTSL di Desa Wringin Putih Kecamatan Borobudur,” ungkap  Kepala Seksi Intelijen Alden Simanjuntak kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang dalam rils tertulis yang diterima Borobudurnews.com.

Disebutkannya, bahwa Seksi Pidana Khusus melaksanakan pengembalian barang bukti. Hal ini berdasarkan Surat Perintah No Print. 732/M..3.44/fu.1/04/2021, Tanggal 28 april 2021.

“Dalam hal ini yang dikembalikan adalah berupa Uang Tunai sejumlah Rp.164.325.850,- ;(Seratus Enam Puluh Empat Juta Tiga Ratus Dua Puluh Lima Ribu Delapan Ratus Lima Puluh Rupiah), “ imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya barang bukti lain yang dikembalikan satu buah buku tabungan BKK Muntilan, satu buah rice cooker, dan satu buah Laptop Asus. 

“Nantinya barang bukti tersebut dikembalikan kepada Pemohon PTSL  melalui pihak Pemerintah Desa Wringin Putih,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dalam proses pengambalian tersebut disaksikan oleh Kepala Desa Wringin Putih dan Perwakilan dari Kecamatan Borobudur.

“Hadis Kades Wringinputih saat ini Garto dan dari pihak Kecamatan Borobudur Efi,” ujarnya.

Dijelaskan pula, dalam proses tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan tentang Pencegahan Covid – 19.  Antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara Penuntut Umum dan Kepala Desa Wringin Putih dan Perwakilan dari Kantor Kecamatan.

“Mereka juga  wajib tetap menggunakan masker saat proses tesebut. Serta selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer,” tandasnya.

VONIS TERSANGKA

Sebelumnya diberitakan bahwa tiga tersangka kasus korupsi PTSL tersebut adalah Muhajiri, Supri dan Mulyono. Mereka merupakan Mantan Kepala Desa dan Perangkat Desa Wringinputih Kecamatan Borobudur.

Mereka menerima vonis lebih ringan 2 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang.

Dimana sebelumnya JPU menuntut dengan kurungan penjara 4 tahun dan denda RP 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Hasilnya ketiganya divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan,” ungkap Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang, Alden Simanjuntak melalui keterangan tertulisnya (27/4/2021).

Keputusan vonis tersebut merupakan amar putusan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan Pengadilan Tinggi Semarang. Dengan nomor surat putusan 82/Pid/Sus-TPK/2020/PN Smg.

“Vonis bersalah ketiganya adalah terbukti melakukan tindak pidana korupsi.  Yakni dalam proses pendaftaran PTSL Desa Wringinputih,” imbuhnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: