Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Imunisasi

BNews—NASIONAL— Seorang bayi berusia 3 bulan mengalami sakit dan pendarahan hingga akhirnya meninggal dunia usai diimunisasi. Pihak keluarga mengklaim sang bayi dalam kondisi sehat sebelum dibawa ke puskesmas.

Kegiatan imunisasi itu dilakukan pada Kamis (25/6). Tepatnya di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Pihak keluarga mengklaim bayi tersebut sehat sebelum dibawa ke puskesmas.

Bayi berinisial AS warga Matakali, Polman, menghembuskan nafas terahkir pada Selasa malam (31/6). Saat menjalani imunisasi anak tersebut diantar oleh ibunya, serta tantenya Indah Rahman.

Indah mengatakan jika ada darah keluar dari bekas suntikan imunisasi pada Kamis lalu. Ia mengungkapkan, semula orangtua sang anak dan anggota keluarga lainnya mengira bahwa darah tersebut merupakan gejala biasa usai imunisasi.

Namun darah keluar terus menerus, lalu pada Jumat pagi orangtuanya mulai cemas. ”Darah yang mengalir hingga ke pergelangan tangan kemudian bayi itu mengalami demam selama 2 hari. Selanjutnya sang anak rewel hingga suara sesak,” katanya Kamis (2/7).

Karena kondisinya kian memperihatinkan, pada hari Minggunya sang bayi dilarikan ke rumah sakit. Ironisnya, kata Indah, saat di rumah sakit pihak keluarga terkejut saat melihat di sekujur tubuh bayi itu terdapat bercak biru lebam.

”Sampai lutut lebam, dokter juga lihat perutnya, banyak di situ (biru lebam). Dokter bilang DBD kali ini, suami saya bilang enggak ada itu DBD. Ini anak sehat sebelum imunisasi,” ucap Indah.

Sayangnya, meski telah ditangani oleh pihak rumah sakit, namun nyawa bayi tersebut tak dapat diselamatkan usai mengalami sesak nafas. Kemudian sang bayi dimakamkan pada Senin malam.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Polman bersama perwakilan Puskesmas Matakali telah menemui keluarga bayi yang meninggal usai imunisasi tersebut. Dalam pertemuan itu, pihak keluarga mengutarakan tak menerima bayi 3 bulan disebut meninggal akibat menderita broncoponia atau infeksi pernafasan yang berat.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Pihak keluarga menuding ada kesalahan dalam prosedur penanganan pada saat korban diberi imunisasi, termasuk tak adanya timbangan di puskesmas saat akan penyuntikan. ”Saya belum menerima, karena ini belum ada kejelasan,” ujar Rusman mewakili keluarga bayi.

Sementara petugas medis Puskesmas Matakali dokter Sintiya mengatakan bayi tersebut saat ditangani sudah dalam kondisi kritis karena sesak akibat broncopenemonia. Sementara Kepala Puskesmas Matakali, Ahmad yang ikut hadir dalam pertemuan ini, meminta maaf kepada keluarga.

”Kami sebagai kepala puskesmas meminta maaf kepada keluarga ini. Prinsipnya sudah delapan tahun kami di sini, baru pertama kali ada kejadian begini,” ungkapnya Jumat 3 Juli 2020.

”Artinya kegiatan-kegiatan imunisasi yang kita lakukan di sini selalu berdasarkan SOP. Mereka (pihak keluarga) sangat setuju dan minta maaf kami diterima,” klaim Ahmad. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: