Beberapa Fakta Menarik Dalam Event Tour De Borobudur 2021 Saat Melintasi Nepal Van Java

BNews–MAGELANG–  Terdapat beberapa fakta dalam event Tour De Borobudur yang diikuti juga oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Bahkan Ia menyapaikan kali ini lebih seru yang merupakan seri kedua ajang balap sepeda tahunan tersebut.

Ganjar yang bertekad ikut gowes sampai garis finis mengaku ngos-ngosan lantaran trek yang dilewati sangat terjal.

Jalur yang dilalui Ganjar dan ratusan pesepeda lainnya berada di Dusun Butuh, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Tingkat kemiringan jalur tersebut sekitar 18–25 persen. Ada juga tanjakan jalur sepeda dengan kemiringan sampai 30 persen. Mereka mulai mancal sepeda dari Polsek Kaliangkrik.

1. Ganjar gak berdaya melewati tanjakan Nepal Van Java

Ganjar dan para pesepeda mesti menaklukkan tanjakan dengan jalur yang terjal itu. Keringat bercucuran di wajahnya.

“Wah, kalau ini jalurnya bikin klenger (red: pingsan) betul. Nganti ndeprok (red: sampai lemes),” akunya.

2. Peserta Tour de Borobudur punya paru-paru empat

Ganjar mengaku pernah datang ke Dusun Butuh saat kampanye Pilgub Jateng 2018 silam. Saat itu, ia bilang sempat menginap di rumah warga. Namun bedanya, kala itu ia datang menggunakan mobil. Baru kali ini Ganjar datang menggunakan sepeda.

Ia mengatakan, para pesepeda yang ikut balapan menuju Nepal Van Java merupakan sosok yang luar biasa. Sebab, para pesepeda bisa melahap tanjakan terjal sampai ke garis finis.

“Atlet-atlet yang ikut dan berhasil finis emang top semuanya. Paru-parunya empat mungkin ya, saya saja sudah kewalahan. Dari kepala keringatnya mengalir sendiri, sooor,” ujar politikus PDIP tersebut.

3. Jalur Nepal Van Java butuh perbaikan lagi

Meski begitu, Ganjar senang dengan rute yang dilewatinya. Pemandangan ala pegunungan yang indah membuatnya terpesona. Ia memuji sensasi tanjakannya yang dahsyat.

“Sensasinya dahsyat. Memang tinggal jalannya harus diperbaiki dan diperlebar lagi. Kalau sudah, ini akan jadi tempat yang betul-betul eksotis. Untuk trail run bagus, untuk sepeda bagus juga. Top lah,” akunya.

4. Atlet Yogyakarta jadi pesepeda tercepat di Tour de Borobudur

Sementara itu, Odie Purnomo mencatatkan diri sebagai pesepeda tercepat dengan raihan waktu 1 jam 35 menit. Bikers asal Nusantara Yogyakarta itu memenangkan katagori elite yang diikuti sejumlah atlet nasional.

Ia berusaha fokus melahap tanjakan demi tanjakan agar bisa menang dalam ajang Tour de Borobudur. Ody mengapresiasi kegiatan Tour de Borobudur yang digelar kali ini. Menurutnya, event yang dilakukan sangat profesional dan layak diikuti tahun depan.

Dirinya sudah mempersiapkan dengan getol latihan berulang kali di tanjakan Nepal Van Java. Ia berharap tahun depan bisa ikutan Tour de Borobudur lagi.

“Tanjakannya sudah ekstrem di awal. Namun saya berusaha fokus. Akhirnya jadi yang pertama, senang sekali. Pengamanannya mantab, jalurnya juga clear. Tahun depan kalau ada lagi, saya pasti ikut,” kata Odie di garis finis.

5. Hadiah Tour de Borobudur mencapai Rp99 juta

Terpisah, Ketua Panitia Bank Jateng Tour de Borobudur, Hendra Dharmanto sengaja memilih jalur Nepal Van Java guna menyajikan pengalaman berbeda bagi para pesepeda.

“Seri kedua ini khusus kompetisi dengan total hadiah Rp99 juta. Diikuti berbagai atlet dari berbagai klub di Indonesia. Untuk tiga seri selanjutnya kembali ke tour tentunya dengan jalur baru,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: